Skip to main content
Back

The Fed mempertahankan tingkat suku bunga

3 Agustus 2026


Pasar saham Amerika Serikat bergerak fluktuatif pekan lalu dipengaruhi oleh rapat FOMC The Fed, konflik AS-Iran, dan volatilitas di sektor teknologi. The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 3.50% - 3.75% sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun 3 dari 12 pejabat The Fed memiliki pandangan untuk menaikkan suku bunga, mengindikasikan arah pandangan komite FOMC beranjak menjadi lebih hawkish dan membuka potensi kenaikan suku bunga di rapat September, tentatif pada perkembangan data ekonomi. Di sisi lain, komentar yang dovish dari Fed Chair Warsh menimbulkan keraguan pada kredibilitasnya untuk menanggulangi inflasi, yang mendorong imbal hasil UST 30Y ke level 5.27%, tertinggi sejak 2007. Sementara itu sentimen di sektor teknologi global fluktuatif di tengah kekhawatiran pasar terhadap besarnya belanja modal AI dan risiko dampaknya terhadap potensi laba. Namun sentimen di sektor teknologi membaik menjelang akhir pekan seiring dengan laporan earnings yang positif dari emiten teknologi besar seperti Microsoft, Amazon, dan Alphabet yang juga merevisi naik rencana belanja modal AI. Indeks S&P 500 ditutup +1.05% pekan lalu dan Nasdaq 100 +0.52%..

Pasar saham kawasan Asia bergerak fluktuatif pekan lalu dipengaruhi oleh volatilitas di sektor teknologi, menantikan rilis laporan earnings emiten teknologi besar di AS dan Asia. Sentimen pasar membaik merespons laporan earnings yang positif dari emiten teknologi AS, serta dari SK Hynix dan Samsung Electronics yang mencatat pertumbuhan laba siginifikan didukung permintaan untuk AI yang kuat. Pemerintah Korea Selatan mengumumkan kebijakan baru untuk mendukung stabilisasi pasar saham, termasuk dengan membatasi pembelian single stock leveraged ETF. Pemerintah China menyatakan akan lebih suportif terhadap pertumbuhan ekonomi merespons data pertumbuhan ekonomi 2Q yang mengecewakan, walau belum secara spesifik mengumumkan jenis kebijakan. Bank sentral Jepang mempertahankan suku bunga di 1% sesuai dengan ekspektasi pasar, dan mengindikasikan potensi kenaikan suku bunga lanjutan di tengah kenaikan inflasi. Nilai tukar JPY menguat terhadap USD, dengan bank sentral Jepang menyatakan bekerja sama dengan The Fed untuk menahan laju pelemahan.

Di domestik, pasar dikejutkan di awal pekan oleh mundurnya Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia. Moody's Ratings berkomentar pengunduran diri Perry Warjiyo dapat mempengaruhi volatilitas aliran modal dan nilai tukar Rupiah, serta menekankan kemampuan dan kredibilitas BI menjadi salah satu faktor utama yang menopang profil kredit Indonesia. Sementara itu S&P Ratings berkomentar pengunduran Perry Warjiyo tidak berdampak langsung pada rating Indonesia, meski dapat berpengaruh pada risiko terkait kebijakan negara. Sentimen pasar relatif stabil di pasar obligasi menantikan sosok pengganti Gubernur BI. Indeks obligasi BINDO naik +0.12% dengan imbal hasil SBN 10Y stabil di kisaran 7.34%. Nilai tukar Rupiah juga stabil di kisaran 18000. Pasar saham domestik menguat dengan IHSG +0.64% didukung oleh penguatan di sektor material dan barang konsumer, sementara sektor properti dan infrastruktur melemah terdalam. PMI manufaktur Indonesia menguat di Juli, naik ke 50.2 di Juli dari bulan sebelumnya 46.9.
 


 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IWH: Eskalasi geopolitik, kenaikan harga minyak, dan volatilitas sektor teknologi global

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • IWH: Pasar Indonesia stabil di tengah konsolidasi sektor teknologi global

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • IWH: Konflik Selat Hormuz dan harga energi kembali menjadi perhatian

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
Lihat semua

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Siaran Pers

Manulife Wealth & Asset Management Akuisisi Schroders Indonesia. Selengkapnya.

View more