Skip to main content
Back

Sentimen suku bunga akomodatif mendorong pasar finansial

18 Desember, 2023

​Pekan lalu​

 

Pasar saham Amerika Serikat mencatatkan penguatan selama tujuh minggu berturut-turut didukung oleh sentimen positif suku bunga. Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk pertemuan ketiga berturut-turut dan mengindikasikan akan mulai melonggarkan kebijakan moneter pada tahun 2024. Meredanya inflasi di bulan November memperkuat pandangan pasar bahwa suku bunga akan mulai diturunkan di paruh pertama 2024, di mana inflasi umum (Nov) turun ke level 3.1% YoY dari sebelumnya 3.2%, sementara inflasi inti stabil di level 4.0% YoY. Namun menjelang akhir pekan dua pejabat Federal Reserve menolak ekspektasi penurunan suku bunga secara agresif pada tahun depan. Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams memperingatkan bahwa penurunan suku bunga pada bulan Maret adalah 'prematur' dan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic memperkirakan hanya dua penurunan suku bunga pada tahun depan dan itu juga baru akan terjadi pada kuartal ketiga. Imbal hasil UST 10 tahun ditutup turun ke level 3.91% dari pekan sebelumnya 4.22%.

 

Pandangan The Fed yang lebih akomodatif mendorong penguatan pasar saham Asia. Sektor siklikal dan interest rate sensitive menjadi pendorong kinerja indeks. Dukungan bank sentral China dengan menambahkan USD112 miliar uang tunai ke dalam sistem keuangan melalui fasilitas pinjaman jangka menengahnya turut menopang sentimen. Pemerintah China juga melonggarkan pembelian rumah di Beijing dan Shanghai. Sejumlah data ekonomi China yang dirilis menunjukkan pemulihan ekonomi belum merata, data CPI dan PPI (Nov) turun lebih dalam dibandingkan estimasi dan bulan sebelumnya, masing-masing sebesar -0.5% YoY dan -3.0% YoY, sementara Retail Sales (Nov) naik menjadi 10.1% YoY dan Industrial Production (Nov) naik menjadi 6.6% YoY. Nilai tukar Yen melanjutkan pelemahannya di tengah ekspektasi bank sentral Jepang akan mengakhiri kebijakan suku bunga negatif.

 

IHSG dan BINDO menguat selama tujuh minggu berturut-turut. Sektor finansial dan energi memimpin penguatan. Dipengaruhi crossing salah satu saham dengan nilai yang besar, selama sepekan asing mencatatkan pembelian bersih senilai IDR4.23 triliun. Neraca perdagangan (Nov) mencatatkan surplus sebesar USD2.41 miliar, di mana ekspor mengalami kontraksi 8.56% YoY sementara impor tumbuh 3.29% YoY. Surplus neraca perdagangan tersebut ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar USD4.62 miliar, sedangkan perdagangan migas mengalami defisit USD2.21 miliar yang mayoritas disumbang oleh hasil minyak dan minyak mentah. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun ditutup turun ke level 6.56%, dari pekan sebelumnya 6.60%.


Pekan ini

Perhatian pelaku pasar domestik akan tertuju pada keputusan suku bunga BI yang diperkirakan akan bertahan di level 6.0%.  

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IDB: BI mempertahankan suku bunga di 6%

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Menjelang rilis pendapatan Nvidia

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Februari 2024: Dampak penurunan Fed Funds Rate terhadap pasar saham Indonesia

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Perhatian pelaku pasar domestik akan tertuju pada keputusan suku bunga BI yang diperkirakan akan bertahan di level 6.0%.  

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm