Skip to main content
Back

Rebound saham-saham teknologi menopang pasar saham AS

15 Januari, 2024

​Pekan lalu​

 

Rebound saham-saham teknologi menopang kinerja pasar saham Amerika Serikat, selama sepekan Nasdaq naik 3.09% dan S&P 500 naik 1.84%. Antisipasi rilis data inflasi bulan Desember lebih tinggi dari ekspektasi di mana Inflasi Harga Konsumen tumbuh 3.4% YoY dari sebelumnya 3.1%, sedangkan inflasi inti tumbuh 3.9% YoY, lebih tinggi dari ekspektasi 3.8%. Presiden Fed Cleveland Loreta Mester berkomentar bahwa masih prematur untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga di rapat FOMC bulan Maret. Di bulan Desember optimisme bisnis skala kecil meningkat ke level tertinggi dalam lima bulan, mencerminkan berkurangnya pesimisme terhadap penjualan, tren pendapatan dan ekspektasi ekonomi. Imbal hasil UST 10 tahun turun menjadi 3.93% dari penutupan pada pekan sebelumnya 4.05%.

 

Pasar saham Asia menguat didorong penguatan pasar saham Jepang, selama sepekan MSCI Asia Pacific naik 0.95%. Komentar yang mendukung pemangkasan suku bunga dari para pembuat kebijakan di AS dan China turut mendukung sentimen. Gubernur Federal Reserve Michelle Bowman mengatakan bahwa inflasi bisa turun menuju target The Fed 2% jika suku bunga dipertahankan pada level saat ini dan menawarkan dukungannya untuk menurunkan suku bunga. Bank sentral China memberi isyarat siap untuk menjaga kebijakan tetap longgar dengan menurunkan jumlah uang yang harus disimpan oleh bank sebagai cadangan. Rilis data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa China masih berjuang melawan deflasi – mengindikasikan aktivitas domestik masih relatif lemah – di mana Indeks Harga Konsumen (Dec) melemah di bulan ketiga berturut-turut sebesar -0.3% YoY, sementara Indeks Harga Produsen (Dec) melemah di bulan kelima belas berturut-turut sebesar -2.7% YoY, sementara neraca perdagangan China (Dec) mencatatkan surplus lebih besar dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar USD75.34 miliar.

 

Aksi beli investor asing senilai IDR3.20 triliun tidak mampu mendorong penguatan pasar saham Indonesia, IDX80 terkoreksi 1.23%, sementara pasar obligasi rebound 0.11%. Sektor konsumen dan keuangan membukukan penguatan tertinggi, sementara sektor material dan infrastruktur membukukan pelemahan terdalam. Data ekonomi yang dirilis adalah cadangan devisa Desember melonjak menjadi USD146.40 miliar dari bulan sebelumnya USD138.10 miliar. Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Indeks Keyakinan Konsumen (Dec) naik menjadi 123.8 dari bulan sebelumnya 123.6. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun turun menjadi 6.66% dari penutupan pada pekan sebelumnya 6.70%.


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data inflasi AS dengan konsensus memperkirakan inflasi sedikit naik ke 3.2% YoY karena naiknya harga BBM di AS, sementara inflasi inti masih menunjukkan tren disinflasi turun ke 3.8% YoY. Di kawasan Asia, pasar akan memperhatikan data China yang diperkirakan masih relatif lemah. Inflasi diperkirakan tetap di zona deflasi -0.4% YoY, dan ekspor-impor juga relatif flat dengan ekspor di 1.6% YoY dan impor di 0% YoY.  

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IDB: BI mempertahankan suku bunga di 6%

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Menjelang rilis pendapatan Nvidia

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Februari 2024: Dampak penurunan Fed Funds Rate terhadap pasar saham Indonesia

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data inflasi AS dengan konsensus memperkirakan inflasi sedikit naik ke 3.2% YoY karena naiknya harga BBM di AS, sementara inflasi inti masih menunjukkan tren disinflasi turun ke 3.8% YoY. Di kawasan Asia, pasar akan memperhatikan data China yang diperkirakan masih relatif lemah. Inflasi diperkirakan tetap di zona deflasi -0.4% YoY, dan ekspor-impor juga relatif flat dengan ekspor di 1.6% YoY dan impor di 0% YoY.  

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm