Skip to main content
Back

Potensi jeda kenaikan suku bunga AS menopang sentimen

12 Juni, 2023

​Pekan lalu​

 

Sinyal pelemahan sektor tenaga kerja Amerika Serikat dan potensi jeda pada kenaikan suku bunga pada rapat FOMC pekan ini mendorong penguatan pasar saham; S&P 500 naik 0.39%, Dow Jones naik 0.34% dan Nasdaq naik 0.14%. Lonjakan klaim pengangguran ke level tertinggi sejak Oktober 2021 menandakan sektor tenaga kerja AS mulai menunjukkan tanda pelemahan. Jobless claims (Jun 3) naik menjadi 261 ribu. Kondisi ini mendorong penguatan pada sektor teknologi yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga. Secara tidak terduga bank sentral Kanada dan Australia menaikkan suku bunga guna memerangi inflasi. Imbal hasil UST 10 tahun ditutup naik menjadi 3.73% dari pekan sebelumnya 3.69%. 

 

Potensi jeda pada kenaikan suku bunga The Fed dan harapan stimulus lanjutan dari pemerintah China untuk menopang pemulihan ekonomi mendorong penguatan di pasar saham Asia, MSCI Asia Pacific menguat di minggu kedua sebesar 1.68%. Otoritas China dikabarkan meminta bank-bank besar menurunkan suku bunga deposito untuk kedua kalinya dalam setahun terakhir. Rilis data ekonomi China di bulan Mei bervariasi data perdagangan lebih lemah dari ekspektasi, ekspor kontraksi -7.5% YoY sementara impor kontraksi -4.5%, sementara Caixin PMI Services naik menjadi 57.1 dari bulan sebelumnya 56.4. Data inflasi yang dirilis di akhir pekan semakin mendorong harapan bahwa bank sentral akan segera memangkas suku bunga di mana CPI tumbuh relatif flat di level 0.2% YoY, sementara PPI terkontraksi lebih dalam sebesar -4.6% YoY. 

 

Sentimen yang lebih positif di pasar global turut mendorong pasar finansial Indonesia, IHSG naik 0.92% sementara BINDO naik 0.40%. Investor asing di pasar saham membukukan penjualan bersih mingguan senilai IDR206.4 miliar. Lelang sukuk negara mencatat penawaran tertinggi di tahun ini mencapai IDR60 triliun. Pemerintah hanya memenangkan IDR7 triliun di bawah target indikatif IDR9 triliun sesuai dengan ekspektasi Pemerintah akan mengurangi target penerbitan tahun ini. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun ditutup turun menjadi 6.34% dari pekan sebelumnya 6.37%. Inflasi bulan Mei kembali ke kisaran sasaran lebih cepat dari perkiraan – sebelumnya Bank Indonesia memperkirakan inflasi akan kembali ke kisaran sasaran paling cepat pada Agustus 2023 – inflasi umum tumbuh 0.09% MoM dan 4.0% YoY, sementara inflasi inti tumbuh 2.66% YoY. Nilai cadangan devisa (Mei) turun ke level USD139.30 miliar dari bulan sebelumnya USD144.17 miliar disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan antisipasi kebutuhan likuiditas valas perbankan sejalan dengan meningkatnya aktivitas perekonomian.

 

 

Pekan Ini


Rilis data inflasi AS dan pertemuan FOMC pekan ini akan menjadi fokus pelaku pasar, suku bunga diperkirakan bertahan di level 5.0-5.25%. Dari Indonesia, neraca perdagangan Mei diperkirakan akan mencatatkan surplus sebesar USD2.94 miliar.  

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IDB: Deflasi AS memperkuat harapan pemangkasan suku bunga

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Sektor teknologi menjadi pendorong pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Pandangan Ketua The Fed Powell yang seimbang terhadap ekonomi

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Rilis data inflasi AS dan pertemuan FOMC pekan ini akan menjadi fokus pelaku pasar, suku bunga diperkirakan bertahan di level 5.0-5.25%. Dari Indonesia, neraca perdagangan Mei diperkirakan akan mencatatkan surplus sebesar USD2.94 miliar.

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Pastikan untuk membeli Reksa Dana Manulife melalui MAMI atau mitra distribusi kami. 

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Pastikan untuk membeli Reksa Dana Manulife melalui MAMI atau mitra distribusi kami. 

View more