Skip to main content
Back

Pernyataan Hawkish Powell Bayangi Sentimen Pasar

29 Agustus, 2022

Pekan lalu

Pasar saham Amerika Serikat melemah pekan lalu setelah Ketua The Fed Jerome Powell mengindikasikan kebijakan Fed tetap hawkish. Powell menyatakan prioritas The Fed saat ini adalah untuk menanggulangi inflasi sehingga tingkat suku bunga yang tinggi dibutuhkan untuk membatasi inflasi. Sebelumnya pasar memperkirakan The Fed akan mulai memangkas suku bunga seiring dengan pelemahan ekonomi, namun pernyataan Powell menepis ekspektasi tersebut. Sementara itu data ekonomi AS menunjukkan sinyal beragam pekan lalu di mana data penjualan rumah dan sinyal aktivitas manufaktur melemah, sementara positifnya data klaim pengangguran membaik, inflasi PCE menurun, durable goods orders meningkat, dan marjin laba perusahaan naik ke level 15.5% di Q1-2022 tertinggi sejak 1950. Indeks S&P 500 melemah 4.04% dan indeks Nasdaq melemah 4.44%. Sementara itu US Treasury relatif stabil di mana imbal hasil tenor 10Y hanya naik dari 2.97% ke 3.04%.

Pasar saham kawasan Asia bergerak fluktuatif pekan lalu menantikan pernyataan Jerome Powell di akhir pekan. China mengeluarkan stimulus tambahan senilai RMB 1 triliun terutama ke sektor infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Sementara itu bank sentral Korea Selatan menaikkan suku bunga 25bps ke 2.5% sesuai ekspektasi pasar. Kenaikan ini lebih dovish dari bulan sebelumnya yang naik 50bps. Indeks MSCI Asia Pacific ditutup turun 0.11% pekan lalu.

Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan 25bps ke 3.75%, kenaikan pertama sejak November 2018.  BI menyatakan kenaikan suku bunga acuan ini adalah langkah preemtif untuk menghadapi risiko kenaikan inflasi akibat kenaikan BBM dan  inflasi pangan yang bergejolak.   BI juga merevisi naik ekspektasi inflasi untuk 2022 di mana  inflasi inti di kisaran 4.15% dan inflasi umum di kisaran 5.24%. IHSG melemah 0.52% pekan lalu dengan sektor transportasi mencatat pelemahan terdalam, sementara sektor energi menguat tertinggi. Investor asing mencatat pembalian bersih IDR1.77 triliun pekan lalu dan Rupiah menguat 0.14% ke 14817 per USD. Pasar obligasi relatif stabil, ditutup naik 0.08% dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10Y turun dari 7.10% ke 7.06%.

 


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan beberapa rilis data ekonomi penting dari China, dan Indonesia. Neraca perdagangan China (Aug) diperkirakan lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, di mana ekspor impor diperkirakan akan mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

 

Unduh Dokumen

  • IDB: Sentimen pasar positif menjelang rilis pendapatan Nvidia

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Mei 2024: Pasar obligasi setelah kenaikan BI Rate dan ‘Higher for longer’ The Fed

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
  • IWH: Moderasi inflasi AS mengangkat sentimen pasar global

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data ketenagakerjaan Amerika, terutama setelah Powell menyatakan fokusnya untuk menganggulangi inflasi. Sejauh ini sektor tenaga kerja AS yang kuat terus menekan inflasi sektor jasa AS. Data nonfarm payroll diperkirakan mencatat 300 ribu pekerja baru di Agustus, turun dari sebelumnya 528 ribu.

Di pasar domestik, konsensus memperkirakan deflasi -0.10% MoM di Agustus, walau secara tahunan inflasi diperkirakan naik ke 5.0% YoY dari sebelumnya 4.94%.

 

Unduh Dokumen

Informasi libur

Menyambut Hari Raya Waisak 2568 BE, kantor kami tidak beroperasi pada 23-24 Mei 2024 dan akan kembali beroperasi pada 27 Mei 2024. Selengkapnya

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Informasi libur

Menyambut Hari Raya Waisak 2568 BE, kantor kami tidak beroperasi pada 23-24 Mei 2024 dan akan kembali beroperasi pada 27 Mei 2024. Selengkapnya

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Confirm