Skip to main content
Back

Pengelolaan volatilitas adalah kunci dalam menghadapi turbulensi pasar

31 Juli, 2023

 

Mandatory Provident Fund (MPF) menawarkan beragam tools investasi, dan para pekerja dengan tujuan yang ambisius atau generasi muda yang usianya masih jauh dari masa pensiun cenderung lebih memilih reksa dana saham dengan potensi return maupun volatilitas yang lebih tinggi1. Para investor jangka panjang dipandu untuk menghindari impuls spekulatif jangka pendek. Mengingat bahwa pasar ekuitas global telah mengalami gelombang demi gelombang volatilitas sejak 2008, akan menjadi penting untuk mempertimbangkan pengadopsian pendekatan “aktif tapi defensif” yang terfokus pada penguatan pengendalian risiko di dalam portofolio, sambil tetap mengejar potensi apresiasi modal. Ini juga aplikatif bagi para investor yang mengelola strategi alokasi aset dengan horizon investasi jangka panjang (hingga 40 tahun) yang terpusat di sekitar reksa dana saham.
 


Sampai sejauh ini di tahun 2023 ini, faktor-faktor seperti tingginya inflasi global, terutama di pasar negara maju, serta masih terus dinaikkannya suku bunga oleh bank-bank sentral, telah mendorong pada terjadinya volatilitas pasar. Ditambah lagi dengan adanya kekhawatiran investor terhadap potensi terjadinya resesi global yang dapat berimbas kepada laba korporasi serta kembali memicu gelombang turbulensi di pasar ekuitas.
 

Para investor yang ingin mengelola risiko portofolio dapat mempertimbangkan untuk membangun portofolio investasi dengan profil volatilitas yang lebih rendah yang bertujuan untuk mencapai kinerja yang relatif stabil. Hal ini akan mengurangi tekanan psikologis serta dapat membatasi kemungkinan dilakukannya irrational trade. Meski begitu, perlu dicatat bahwa turbulensi finansial adalah sebuah konsep yang relatif, dan daripada menghindari reksa dana saham sepenuhnya, para investor dapat mempertimbangkan untuk berinvestasi pada reksa dana saham dengan profil volatilitas yang lebih rendah.

 

Pergunakan standar deviasi untuk membandingkan volatilitas ekuitas
 

Para investor dapat menggunakan data standar deviasi untuk mengukur volatilitas pasar ekuitas. Standar deviasi adalah sebuah pengukuran terhadap profil risiko suatu aset. Semakin rendah angkanya maka akan dianggap lebih baik, karena hal tersebut mengindikasikan bahwa aset tersebut menunjukkan lebih sedikit volatilitas dengan pergerakan yang lebih stabil, yang berarti memiliki risiko investasi yang lebih rendah. Serta begitu pula sebaliknya.

 

 

 

Return dan standar deviasi – menilai lima sampel indeks ekuitas

Return tahunan

 

Indikator volatilitas: standar deviasi tahunan

Sumber: Manulife Asset Management, Morningstar, data per 30 Juni 2023. Ekuitas sektor kesehatan diwakili oleh MSCI World Health Care Total Return Index (USD); ekuitas global diwakili oleh FTSE All-World Total Return Index (USD); Ekuitas sektor Teknologi Informasi diwakili oleh MSCI World Information Technology Total Return Index (USD); Ekuitas Hong Kong diwakili oleh FTSE MPF Hong Kong Total Return Index (HKD); Ekuitas Amerika Utara diwakili oleh FTSE MPF North America Total Return Index (HKD). Return dihitung berdasarkan total return indeks dan mata uang perdagangan. Kinerja masa lalu bukan merupakan indikasi keuntungan di masa depan. Tidak dimungkinkan untuk berinvestasi secara langsung pada indeks.

 

Kami telah membandingkan data volatilitas dan return dari lima sampel indeks ekuitas dalam rentang waktu 5, 10, dan 15 tahun2. Temuan kami adalah sebagai berikut:

  • Deviasi tahunan dari ekuitas sektor kesehatan adalah yang terendah, berkisar antara 13,32% hingga 15,24%. Persentase ini lebih kecil daripada persentase ekuitas global dengan alokasi geografis yang relatif terdiversifikasi. Return tahunan ekuitas sektor kesehatan selama periode dilakukannya pengamatan tetap berada di atas 10%, menunjukkan kinerja yang relatif stabil.
  • Volatilitas di antara ekuitas single-market relatif tinggi. Sebagai contoh, ekuitas Hong Kong memperlihatkan volatilitas yang paling tinggi, dengan standar deviasi tahunan sebesar 23,95% dalam rentang waktu lima tahun. Meski begitu, return tahunan untuk periode yang sama adalah sebesar -4,57%, yang mengindikasikan lemahnya pertumbuhan di samping volatilitas yang tinggi.
  • Ada variasi volatilitas yang signifikan di antara ekuitas-ekuitas sektoral. Sebagai contoh, standar deviasi ekuitas sektor teknologi informasi adalah sekitar 5-7 persen lebih tinggi daripada ekuitas sektor kesehatan. Meski begitu, ekuitas sektor teknologi informasi memperlihatkan return tahunan yang paling tinggi di antara kelima tipe ekuitas di atas.
     

Data di atas memperlihatkan bahwa bahkan di antara indeks saham terdapat perbedaan standar deviasi dan return yang signifikan. Karenanya, diversifikasi tetaplah krusial dalam pengelolaan volatilitas. Saat ini, para pekerja di Hong Kong mengalokasikan hampir 60% investasinya pada aset lokal3, dengan ekuitas Hong Kong mencakup 58% dari keseluruhan porsi tersebut. Meskipun pendekatan ini sesuai dengan prinsip investasi “jangan membeli kucing di dalam karung”, konsentrasi yang berlebihan kepada aset yang volatil dapat berujung pada fluktuasi nilai portofolio yang substansial, terutama di tengah terjadinya volatilitas pasar. 

 

 


 

1  Reksa dana saham (equity funds) dapat dibagi menjadi reksa dana saham single-market (misalnya Hong Kong Equity Fund), reksa dana saham regional (misalnya North American Equity Fund), reksa dana saham global (misalnya Global Equity Fund), index funds (misalnya Hang Seng Index Fund), dan reksa dana saham sektoral (misalnya Healthcare Fund)

2  Data index yang disebutkan di atas adalah untuk kebutuhan ilustrasi semata serta tidak mewakili data reksa dana saham yang relevan.

3  Hong Kong Mandatory Provident Fund Schemes Authority, "Mandatory Provident Fund Schemes Statistical Digest quarterly report," Maret 2023.

  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Kekhawatiran suku bunga & konflik geopolitik membayangi pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Confirm