Skip to main content
Back

Pasar global menguat didukung ekspektasi inflasi yang melandai

16 Januari, 2023

 

​Pekan lalu

Pasar saham Amerika Serikat menguat pekan lalu didukung oleh data inflasi AS yang melandai sesuai ekspektasi sehingga mengangkat optimisme The Fed dapat lebih gradual menaikkan suku bunga. Inflasi bulanan turun -0.1% MoM di Desember dan inflasi tahunan turun ke 6.5% YoY, level terendah sejak November 2021. Turunnya harga energi dan barang menjadi kontributor utama melandainya inflasi AS. Saat ini pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga 25bps di Februari dan Maret. Indeks S&P 500 menguat 2.67% dan indeks Dow Jones menguat 2.00% dengan sektor consumer discretionary dan IT mencatat kinerja terbaik. Imbal hasil UST 10Y relatif stabil di kisaran 3.50%.

Pasar saham kawasan Asia menguat pekan lalu didukung oleh ekspektasi kenaikan suku bunga global dapat lebih gradual dan juga optimisme pemulihan ekonomi China yang dapat berdampak positif bagi ekonomi Asia. Indeks MSCI Asia Pacific menguat 4.59% melanjutkan penguatan tiga pekan berturut-turut. Sektor IT dan materials mencatat kinerja terbaik. Sektor materials dipandang sebagai salah satu sektor yang diuntungkan dari pemulihan ekonomi China yang dapat meningkatkan permintaan untuk komoditas, sementara sektor IT didukung oleh kinerja saham semikonduktor TSMC yang melaporkan earnings Q4 lebih baik dari ekspektasi pasar. 

Di pasar domestik Pemerintah berencana untuk memperketat aturan devisa hasil ekspor sebagai upaya untuk menjaga pasokan USD dan mandukung cadangan devisa dengan mengatur jumlah dana yang direpatriasi serta lamanya dana tersebut parkir di Indonesia. Pasar obligasi menguat 1.11% melanjutkan tren penguatan 5 pekan berturut-turut. Investor asing terus mencatat pembelian bersih di pasar obligasi, di mana sepanjang tahun asing mencatat pembelian bersih USD1.05 miliar. Imbal hasil obligasi pemerintah 10Y turun dari 6.97% ke 6.69% pekan lalu, dan Rupiah menguat 3.2% ke 15149 per USD. Sementara itu IHSG melemah 0.64% dibayangi tekanan penjualan asing yang mencatat penjualan bersih IDR2.9 triliun pekan lalu. Sektor keuangan dan konsumen non-primer mencatat pelemahan terdalam, sementara sektor teknologi mencatat kinerja terbaik.

 

Pekan Ini


Pekan ini pasar akan memperhatikan berbagai rilis data ekonomi penting China seperti pertumbuhan PDB Q4 dan data aktivitas ekonomi terkini seperti penjualan ritel dan produksi industri. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan melemah di Q4 ke 1.6% YoY dari kuartal sebelumnya 3.9% dibayangi kondisi Covid Zero. 

Di pasar domestik pasar akan memperhatikan kebijakan suku bunga BI dan data neraca perdagangan. Konsensus pasar memperkirakan suku bunga acuan naik 25bps ke 5.75% dan neraca perdagangan mencatat surplus USD4.1 miliar. 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Kekhawatiran suku bunga & konflik geopolitik membayangi pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan berbagai rilis data ekonomi penting China seperti pertumbuhan PDB Q4 dan data aktivitas ekonomi terkini seperti penjualan ritel dan produksi industri. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan melemah di Q4 ke 1.6% YoY dari kuartal sebelumnya 3.9% dibayangi kondisi Covid Zero. 

Di pasar domestik pasar akan memperhatikan kebijakan suku bunga BI dan data neraca perdagangan. Konsensus pasar memperkirakan suku bunga acuan naik 25bps ke 5.75% dan neraca perdagangan mencatat surplus USD4.1 miliar.  
 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm