Skip to main content
Back

Monthly Market Review Maret 2023

12 Mei 2023

Hanya untuk investor profesional PT Manulife Aset Manajemen Indonesia. Bukan untuk umum.

 

ULASAN MAKROEKONOMI

 

Makroekonomi Indonesia melanjutkan tren pemulihan. Inflasi hanya naik 0.33% MoM di April, sehingga inflasi tahunan turun ke 4.33% YoY dari 4.97% di bulan sebelumnya. Inflasi tersebut lebih rendah dari rata-rata inflasi periode Lebaran di 0.75%. Inflasi yang rendah disebabkan oleh terjaganya inflasi transportasi dan bahan pangan dalam periode Hari Raya. Harga energi yang stabil menyebabkan inflasi transportasi yang rendah (0.11ppt). Terdapat berkurangnya efek dari kenaikan harga BBM dan PPN di 2022. Sementara itu harga pangan tetap terjaga di periode Lebaran karena bersamaan dengan musim panen raya. Inflasi pangan terjaga di level 0.09ppt. Inflasi inti turun ke 2.83% YoY dari sebelumnya 2.94%. Ke depannya, daya beli diperkirakan tetap terjaga didukung efek positif dari periode kampanye pilpres di paruh kedua 2023, di mana dana kampanye kali ini relatif lebih besar dari periode-periode sebelumnya.


Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2023 mencapai 5.03% YoY, -0.92% QoQ (dipengaruhi faktor musiman). Ini merupakan pertumbuhan enam kuartal berturut-turut dengan pertumbuhan di atas 5% YoY, menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4.54% YoY sementara investasi tumbuh 2.11%. Perdagangan memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, di mana ekspor tumbuh 11.68% YoY dan impor tumbuh 2.77% YoY. PMI manufaktur Indonesia naik ke 52.7 di April naik dari 51.9 di Maret, yang merupakan ekspansi 20 bulan berturut-turut dan kenaikan tertinggi sejak September 2022. Pertumbuhan ini didukung oleh pertumbuhan pesanan baru tertinggi dalam 7 bulan. Di sisi lain, pesanan ekspor turun karena permintaan global yang melemah.


PASAR SAHAM

​Hasil rapat FOMC The Fed sesuai dengan ekspektasi, menaikkan suku bunga 25bps menjadi 5.00-5.25%. The Fed juga memberi sinyal berhentinya kenaikan suku bunga walau tetap menyatakan arah kebijakan ke depannya bergantung pada perkembangan data terkini. IHSG menguat 1.62% di April, mengungguli pasar global (MSCI World +1.59%), pasar Asia (MSCI Asia Pacific ex JP -1.79%) dan negara berkembang (MSCI EM -1.34%). Fundamental makro yang resilien, laporan laba emiten yang bagus di kuartal pertama 2023, dan nilai tukar Rupiah yang kuat mendukung sentimen investor. Investor asing mencatat pembelian bersih USD828.2 juta di April. Rupiah menguat 2.15% ke IDR14,674/USD, mengungguli nilai tukar lain di ASEAN, didukung oleh inisiatif pemerintah untuk repatriasi dan hasil ekspor.


Kebijakan moneter diperkirakan dapat melunak seiring dengan Fed funds rate (dan suku bunga acuan BI) mencapai puncaknya. Setelah mencapai puncak suku bunga, kami melihat pasar dapat lebih stabil dan minat investasi investor dapat membaik. Dampak dari jatuhnya beberapa perbankan AS diperkirakan terbatas karena perbankan Indonesia memiliki tingkat permodalan yang kuat, likuiditas baik, dan eksposur terbatas terhadap aktivitas investment banking. Kami percaya pandangan terhadap ekonomi Indonesia tetap positif dan optimis terhadap daya tarik investasi jangka panjang di Indonesia.

 

​PASAR OBLIGASI​

Pasar obligasi kembali mencatat kinerja positif di April, di mana indeks BINDO menguat +1.17% MoM sehingga kinerja tahun berjalan menjadi +3.56%. Imbal hasil obligasi 10Y turun ke 6.51% seiring dengan menguatnya imbal hasil 10Y UST ke 3.42%. Di awal bulan pasar cenderung flat menjelang libur Lebaran dengan imbal hasil di kisaran 6.65%, sebelum rally ke level terendah sepanjang tahun didukung oleh suplai obligasi yang terjaga, meningkatnya selera investor dari reinvestasi kupon, dan ekspektasi The Fed akan mencapai puncak suku bunga di rapat FOMC Mei.


Pemerintah menurunkan target lelang obligasi kuartal dua menjadi IDR130 triliun, 47% lebih rendah dari target kuartal pertama yang mencapai IDR245 triliun, sehingga menjaga suplai obligasi. Faktor tersebut dan datangnya libur Lebaran setelah pembayaran kupon di pertengahan bulan menjadi katalis meningkatnya permintaan obligasi di pasar. Selain itu menguatnya ekspektasi pasar bahwa kenaikan suku bunga The Fed terakhir dapat terjadi di rapat FOMC Mei menjadi katalis tambahan bagi pasar. Selaras dengan arah kebijakan The Fed yang lebih dovish, Bank Indonesia kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan di 5.75%.


Investor asing mencatat pembelian bersih IDR4.16 triliun di April, walau persentase kepemilikan turun menjadi 14.86% dari total obligasi yang diperdagangkan, turun sedikit dari 14.89% di bulan sebelumnya. Kepemilikan Bank Indonesia turun IDR5.63 triliun sehingga persentase kepemilikan turun menjadi 25.64% dari sebelumnya 25.93%. Sementara itu perbankan kembali mencatat pembelian bersih IDR10.76 triliun dengan persentase kepemilikan naik menjadi 24.28%. Investor individu dan lainnya mencatat kenaikan kepemilikan signifikan dari 15.04% menjadi 15.41%. Sementara itu walau asuransi dan dana pensiun secara konsisten mencatat pembelian bersih, persentase kepemilikan mereka turun dari 16.86% menjadi 16.79%. Kepemilikan reksa dana naik sebesar IDR1.91 triliun menjadi 3.02%.


Kurva imbal hasil tetap mendatar dengan pergerakan bullish di April, di mana tenor 10Y memimpin penurunan sebesar 26bps. Obligasi tenor menengah seri lain juga turun, di mana tenor 15Y turun sebesar 12bps. Obligasi tenor pendek juga turun selaras dengan tenor menengah dengan tenor 2Y dan 5Y turun 11bps. Sementara itu obligasi tenor panjang 20Y turun 11bps dan 30Y turun 9bps.



 

Unduh Dokumen



  • IDB: Sentimen pasar positif menjelang rilis pendapatan Nvidia

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Mei 2024: Pasar obligasi setelah kenaikan BI Rate dan ‘Higher for longer’ The Fed

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
  • IWH: Moderasi inflasi AS mengangkat sentimen pasar global

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Informasi libur

Menyambut Hari Raya Waisak 2568 BE, kantor kami tidak beroperasi pada 23-24 Mei 2024 dan akan kembali beroperasi pada 27 Mei 2024. Selengkapnya

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Informasi libur

Menyambut Hari Raya Waisak 2568 BE, kantor kami tidak beroperasi pada 23-24 Mei 2024 dan akan kembali beroperasi pada 27 Mei 2024. Selengkapnya

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Confirm