Skip to main content
Back

Moderasi data ekonomi AS memberikan dukungan bagi pasar saham global

17 April, 2023

​Pekan lalu​

 

Moderasi pada data ekonomi yang mendukung pandangan bahwa Federal Reserve mendekati akhir siklus kenaikan suku bunga memberikan dukungan pada pasar saham Amerika Serikat; selama sepekan S&P 500 naik 0.79%, Dow Jones naik 1.20% dan Nasdaq naik 0.29%. Indeks harga konsumen dan produsen menunjukkan inflasi melambat. CPI (Mar) tumbuh 0.1% MoM dan 5.0% YoY, lebih rendah dibandingkan estimasi 0.2% MoM dan 5.1% YoY, sementara Core CPI tumbuh sesuai estimasi 0.4% MoM dan 5.6% YoY. PPI (Mar) turun lebih dalam dibandingkan estimasi sebesar -0.5% MoM, sehingga laju tahunan menjadi 2.7% YoY lebih rendah dibandingkan estimasi 3.0% dan periode sebelumnya 4.9%. Data lain menunjukkan pelemahan di pasar tenaga kerja di mana Jobless Claims (Apr 8) menunjukkan peningkatan klaim pengangguran sebesar 239 ribu, lebih tinggi dibandingkan estimasi dan periode sebelumnya. IMF memperingatkan tingginya faktor ketidakpastian yang berasal dari kebijakan moneter ketat, invasi Rusia, serta tekanan di sektor keuangan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global. PDB global diperkirakan tumbuh 2.8% tahun ini dan 3.0% di tahun depan, masing-masing 0.1% lebih rendah dari perkiraan di bulan Januari. Imbal hasil UST 10 tahun ditutup naik menjadi 3.51% dari penutupan pekan sebelumnya 3.39%. 

Moderasi pada serangkaian data ekonomi AS yang memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan segera menghentikan kenaikan suku bunganya mendorong pasar saham Asia, MSCI Asia Pacific mencatatkan penguatan mingguan 1.21%. China CPI (Mar) lebih rendah dibandingkan estimasi tumbuh 0.7% YoY vs estimasi 1.0%, sementara PPI mengalami kontraksi sesuai estimasi sebesar -2.5% YoY. Ekspor China (Mar) tumbuh 14.8% YoY jauh melampaui estimasi -7.1% dan periode sebelumnya -1.3% didorong oleh meningkatnya permintaan dari sebagian besar negara Asia dan Eropa. 

Selama sepekan IHSG membukukan penguatan sebesar 0.38% dan BINDO menguat 0.24%. Investor asing di pasar saham membukukan pembelian bersih senilai IDR4.89 triliun. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun turun menjadi 6.65%. Di bulan Maret cadangan devisa naik ke level USD145.2 miliar, dari sebelumnya USD140.3 miliar. Data keyakinan konsumen (Mar) naik menjadi 123.3 dari bulan sebelumnya 122.4.

 

Pekan Ini

Pekan ini data ekonomi yang dirilis Amerika Serikat dan China akan menjadi perhatian pelaku pasar, di antaranya China akan mengeluarkan PDB (1Q) yang diperkirakan tumbuh 4.0% YoY, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya 2.9%. Sebelum libur Lebaran data ekonomi penting yang dirilis Indonesia meliputi Neraca Perdagangan (Mar) yang diperkirakan mencatatkan surplus USD4.25 Miliar dan suku bunga BI yang diperkirakan tetap di level 5.75%.


 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IDB: BI mempertahankan suku bunga di 6%

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Menjelang rilis pendapatan Nvidia

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Seeking Alpha Februari 2024: Dampak penurunan Fed Funds Rate terhadap pasar saham Indonesia

    Seeking Alpha

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini data ekonomi yang dirilis Amerika Serikat dan China akan menjadi perhatian pelaku pasar, di antaranya China akan mengeluarkan PDB (1Q) yang diperkirakan tumbuh 4.0% YoY, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya 2.9%. Sebelum libur Lebaran data ekonomi penting yang dirilis Indonesia meliputi Neraca Perdagangan (Mar) yang diperkirakan mencatatkan surplus USD4.25 Miliar dan suku bunga BI yang diperkirakan tetap di level 5.75%. 

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm