Skip to main content
Back

Menguatnya harapan soft landing Amerika Serikat

11 Desember, 2023

​Pekan lalu​

 

Pasar saham Amerika Serikat bergerak fluktuatif pekan lalu, namun rally menjelang akhir pekan mendorong kinerja indeks untuk ditutup positif. Indeks S&P 500 ditutup naik 0.21% pekan lalu sementara imbal hasil UST 10Y naik dari 4.19% ke 4.22%. Sektor teknologi menjadi penopang kinerja indeks didukung oleh rilis produk AI terbaru dari Google dan AMD. Sementara sektor energi melemah terdalam karena turunnya harga minyak dunia di tengah kondisi oversupply dan ekspektasi permintaan global akan melemah. Sentimen pasar juga didukung oleh rilis data ekonomi yang suportif, sehingga meningkatkan optimisme The Fed dapat mengendalikan inflasi tanpa memicu resesi. Indeks sentimen konsumen meningkat tajam seiring dengan berkurangnya ekspektasi inflasi, University of Michigan Sentiment (Dec P) naik menjadi 69.4. Sektor tenaga kerja juga menunjukkan ketahanan yang masih baik di mana Nonfarm Payrolls (Nov) naik lebih tinggi dibandingkan estimasi dan bulan sebelumnya sebesar 199 ribu.

 

Di kawasan Asia, pasar saham Jepang melemah pekan lalu dibayangi oleh spekulasi bank sentral dapat beralih dari kebijakan suku bunga negatif lebih cepat dari ekspektasi. Selain itu PDB Jepang mencatat kontraksi -2.9% QoQ annualized di Q3, lebih dalam dari perkiraan sebelumnya di -2.1%. Pasar China juga melemah pekan lalu setelah lembaga pemeringkat Moody’s menurunkan outlook dari “stable” menjadi “negative” karena tingkat utang yang tinggi di level pemerintah daerah dan risiko dari pelemahan sektor properti. Sementara itu data perdagangan China cenderung variatif, dengan ekspor membaik, tumbuh 0.5% YoY (Nov) dari sebelumnya -6.4%, namun impor turun -0.6% YoY dari sebelumnya +3.0%. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pacific ditutup turun -0.43% pekan lalu.

 

Di tengah pasar global yang fluktuatif, IHSG mencatat kinerja positif 1.41% pekan lalu dengan sektor material mencatat kinerja terbaik, sementara sektor transportasi melemah terdalam. Investor asing mencatat penjualan bersih IDR590 miliar di pasar saham. Pasar obligasi juga mencatat kinerja positif 0.26% pekan lalu dengan imbal hasil SBN 10Y turun dari 6.61% ke 6.60%. Data ekonomi yang dirilis adalah cadangan devisa (Nov) yang naik ke USD138.1 miliar dari sebelumnya USD133.1 miliar didukung penerbitan obligasi global.

 


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan rapat FOMC The Fed, terutama terkait outlook ekonomi dan suku bunga. Ekspektasi pasar mengharapkan The Fed akan mengindikasikan tingkat suku bunga sudah cukup restriktif, yang mengafirmasi tingkat suku bunga sudah mencapai puncak. Tidak hanya di AS saja, pasar juga akan memperhatikan rapat bank sentral Eropa terkait pandangan kondisi ekonomi dan suku bunga. Sementara itu inflasi AS diperkirakan kembali melandai, dengan inflasi umum turun ke 3.1% YoY dari sebelumnya 3.2%.

 

Di kawasan Asia, data ekonomi China akan menjadi perhatian. Data aktivitas ekonomi China diperkirakan membaik secara YoY dipengaruhi base effect dari kondisi lockdown di 2022. Penjualan ritel diperkirakan tumbuh 12.5% YoY, dan produksi industrial tumbuh 5.7% YoY. Sementara itu di Indonesia, neraca perdagangan diperkirakan kembali mencatat surplus
USD3.07 miliar. 

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IDB: Deflasi AS memperkuat harapan pemangkasan suku bunga

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Sektor teknologi menjadi pendorong pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Pandangan Ketua The Fed Powell yang seimbang terhadap ekonomi

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan rapat FOMC The Fed, terutama terkait outlook ekonomi dan suku bunga. Ekspektasi pasar mengharapkan The Fed akan mengindikasikan tingkat suku bunga sudah cukup restriktif, yang mengafirmasi tingkat suku bunga sudah mencapai puncak. Tidak hanya di AS saja, pasar juga akan memperhatikan rapat bank sentral Eropa terkait pandangan kondisi ekonomi dan suku bunga. Sementara itu inflasi AS diperkirakan kembali melandai, dengan inflasi umum turun ke 3.1% YoY dari sebelumnya 3.2%.

 

Di kawasan Asia, data ekonomi China akan menjadi perhatian. Data aktivitas ekonomi China diperkirakan membaik secara YoY dipengaruhi base effect dari kondisi lockdown di 2022. Penjualan ritel diperkirakan tumbuh 12.5% YoY, dan produksi industrial tumbuh 5.7% YoY. Sementara itu di Indonesia, neraca perdagangan diperkirakan kembali mencatat surplus
USD3.07 miliar. 

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Pastikan untuk membeli Reksa Dana Manulife melalui MAMI atau mitra distribusi kami. 

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Pastikan untuk membeli Reksa Dana Manulife melalui MAMI atau mitra distribusi kami. 

View more