Skip to main content
Back

Mengaplikasikan Lensa ESG Ke Dalam Analisa Makroekonomi – Sebuah Titik Awal (bagian 3)

17 Agustus, 2021

Frances Donald, Global Chief Economist & Head of Macro Strategy

Topik-topik makro tambahan yang dapat ditinjau melalui lensa ESG

Kami sangat yakin bahwa lensa ESG dapat dan seharusnya diaplikasikan pada sebagian besar faktor makro tradisional yang mengalir melalui keputusan investasi. Walau dampak dari keputusan untuk memilih jalan tersebut mungkin tampak kecil pada awalnya, kami yakin bahwa itu akan segera menjadi komponen penting dari outlook makro. Kami menyoroti tiga area yang menjadi fokus kami.

 

Macro factors that should be increasingly viewed through an ESG lens

Sumber: Manulife Investment Management, 1 Juli 2021.

1   Pergeseran strategis dalam permintaan komoditas dan nilainya sebagai sinyal makro 

Transisi hijau kemungkinan akan menggeser fungsi supply/demand untuk berbagai aset, terutama di ruang komoditas. Transisi ini bukan hanya tentang peluang dalam kelas aset tersebut, tetapi juga mengenai cara pikir yang berbeda tentang kekuatan dan nilai prediktifnya sebagai sinyal makro. Sebagai contoh, analis makro secara historis menggunakan tembaga sebagai indikator siklus, tetapi transisi ESG kemungkinan akan mempengaruhi dinamika demand/supply dari komoditas ini dengan cara yang dapat mengaburkan kemampuan prediktifnya. Sementara itu, harga lithium dan kobalt—factor kunci dalam produksi baterai kendaraan listrik—dapat menjadi indikator makro yang penting karena adopsi konsumen terhadap penggunaan mobil listrik semakin meningkat. Dengan kata lain, melihat dinamika pasar yang berubah melalui lensa ESG mendorong analis untuk mengembangkan perspektif mereka tentang pandangan yang diterima secara historis yang dapat mengubah nilai yang kita lekatkan pada komoditas yang berbeda.

2   Risiko kenaikan tingkat partisipasi angkatan kerja

Meningkatnya fokus pemerintah pada program pengasuhan anak nasional yang ditujukan untuk meningkatkan partisipasi angkatan kerja perempuan di lingkungan pasca-COVID-19 adalah komponen elemen S dalam ESG yang kami yakini akan memiliki implikasi yang jelas terhadap pertumbuhan, inflasi, dan biaya tenaga kerja. Penelitian awal kami mengenai topik ini menunjukkan bahwa program pengasuhan anak nasional dapat mendukung pasokan tenaga kerja, mendorong pertumbuhan, dan mengurangi tekanan pada upah. Meskipun demikian, dinamika pergeseran dalam angkatan kerja serta sifat dari pekerjaan yang tersedia tidak dibatasi pada program pengasuhan anak serta orang tua yang bekerja—fokus kebijakan yang meningkat pada konsekuensi ekonomi dari pekerja kontrakan jangka pendek (gig workers) kemungkinan akan menekan factor S dalam ESG secara signifikan. Dalam pandangan kami, inilah saatnya untuk mulai secara aktif mempertimbangkan bagaimana kebijakan mengenai keberagaman, kesetaraan, dan inklusi dapat menjadi sumber informasi bagi analisis makroekonomi ke depannya.

3   Tantangan dari meningkatnya inflasi pangan dan meningkatnya ketimpangan

Ketimpangan pendapatan telah melebar secara global—ini adalah masalah penting yang perlu segera ditangani, terutama pada saat kita juga mengalami kenaikan inflasi harga pangan. Kami melihat ini sebagai risiko yang terus berkembang terhadap prospek ekonomi global, terutama dalam konteks peningkatan populasi global dan deforestasi yang berkelanjutan, yang dapat berdampak buruk pada pasokan makanan. Perkembangan ini dapat mengurangi permintaan agregat, terutama di pasar negara berkembang, dan menyebabkan ketidakstabilan politik, menjadi alasan bagi perlunya kami untuk menambahkan premi risiko geopolitik ke dalam analisis kami.

Mengaplikasikan lensa ESG: pilihan atau kebutuhan?

Selama beberapa tahun terakhir, kami telah melihat integrasi faktor-faktor ESG ke dalam analisis makroekonomi lebih sebagai kebutuhan daripada pilihan. Bagaimanapun, bisnis kita adalah pengidentifikasian tren yang muncul dan mengevaluasi bagaimana tren tersebut dapat mengarah pada peluang ataupun menjadi hambatan menuju pertumbuhan. Menurut pandangan kami, kegagalan untuk menerapkan lensa ESG pada semua aspek analisis makroekonomi akan menghambat kemampuan kita untuk melakukan pekerjaan kita dengan baik.

  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Kekhawatiran suku bunga & konflik geopolitik membayangi pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Confirm