Skip to main content
Back

Ekspektasi The Fed bergerak lebih akomodatif

6 Februari, 2023

 

Pekan lalu

Bursa saham Amerika Serikat cenderung menguat terangkat sentimen melambatnya laju pengetatan moneter; selama sepekan S&P 500 naik 1.62%, Dow Jones turun 0.15% dan Nasdaq naik 3.31%. Sesuai dengan estimasi The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 4.50-4.75%, langkah ini sejalan dengan data ekonomi yang menunjukkan bahwa inflasi melambat. Jerome Powell menyatakan bahwa tekanan harga mulai mereda, namun Powell kembali menekankan bahwa Federal Reserve masih akan menaikkan suku bunga lebih lanjut. Perekrutan AS melonjak pada bulan Januari dan tingkat pengangguran turun ke level terendah dalam 53 tahun, menunjukkan pasar tenaga kerja yang panas. Nonfarm Payrolls meningkat 517,000 setelah kenaikan 260,000 satu bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran turun menjadi 3.4% terendah sejak Mei 1969. Angka tersebut mengalahkan semua perkiraan survei Bloomberg yang memperkirakan kenaikan 188,000 dan tingkat pengangguran naik menjadi 3.6%. Imbal hasil UST 10 tahun ditutup naik menjadi 3.52% dari penutupan pekan sebelumnya 3.50%. 

Penguatan bursa saham Asia tertahan, MSCI Asia Pacific mengalami penurunan mingguan 1.16%. Data ekonomi China menunjukkan perkembangan positif – kembali ke zona ekspansi pertama kalinya sejak September 2022 – PMI Manufacturing (Jan) naik 50.1 dan PMI Non-Manufacturing (Jan) juga kembali ke zona ekspansi di 54.4 mengindikasikan perbaikan aktivitas ekonomi China. Pasar menunggu hasil pertemuan Menlu AS Anthony Blinken yang akan berkunjung ke China minggu ini,  pertemuan dengan banyak agenda rinci pertama sejak sebelum pandemi.  Pertemuan ini adalah pertemuan lanjutan setelah pertemuan seremonial Xi Jin Ping & Joe Biden di G20 Bali.

Mencerna laju kenaikan Fed Funds Rate yang lebih lambat dan inflasi domestik yang terkendali pasar saham Indonesia menguat di minggu ketiga sebesar 0.18%, sementara BINDO menguat di minggu keempat sebesar 1.05%. Investor asing di pasar saham membukukan pembelian bersih mingguan senilai IDR783.42 miliar. Kondisi sektor manufaktur Indonesia mengalami perbaikan di awal tahun, PMI Manufacturing (Jan) naik menjadi 51.3 dari bulan sebelumnya 50.9. Meningkatnya permintaan domestik menjadi pendorong utama kenaikan. Inflasi (Jan) tumbuh 0.45% MoM sehingga laju tahunannya menjadi 5.28% YoY. Inflasi kali ini dipicu oleh kenaikan beras, cabai merah, cabai rawit dan rokok filter. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun turun ke level 6.54% dari penutupan pekan sebelumnya 6.74%. 

 

Pekan Ini


Pekan ini pasar akan memperhatikan data ekonomi penting dari Indonesia. PDB (4Q) diperkirakan turun menjadi 0.35% QoQ dan 4.92% YoY, dari kuartal sebelumnya 1.81% QoQ dan 5.72% YoY. Secara tahunan PDB Indonsia di tahun 2022 diperkirakan naik menjadi 5.30% YoY dari sebelumnya 3.69%. 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Kekhawatiran suku bunga & konflik geopolitik membayangi pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data ekonomi penting dari Indonesia. PDB (4Q) diperkirakan turun menjadi 0.35% QoQ dan 4.92% YoY, dari kuartal sebelumnya 1.81% QoQ dan 5.72% YoY. Secara tahunan PDB Indonsia di tahun 2022 diperkirakan naik menjadi 5.30% YoY dari sebelumnya 3.69%.  
 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm