Skip to main content
Back

Lima manfaat investasi ESG

17 Mei 2022


Poin penting

  • Permintaan akan investasi berbasis Environmental, Social, dan Governance (ESG) semakin meningkat
  • Investor di berbagai tahap kehidupan ingin menyelaraskan nilai-nilai pribadi mereka dengan tujuan keuangan mereka
  • Investasi berkelanjutan menawarkan banyak manfaat, mulai dari keuntungan secara finansial hingga membantu menyelamatkan planet bumi dan masyarakat.

Permintaan akan investasi ESG semakin tinggi


Investasi ESG dapat melampaui nilai aset sebesar US$53 triliun pada tahun 2025 karena meningkatnya permintaan dari investor global.1 Di Asia, permintaan akan investasi berkelanjutan (sustainable investing) meningkat di Tiongkok (naik 80% pada tahun 2021) dan Jepang (naik 34% pada tahun 2018-2020).2 Permintaan akan investasi yang bertanggung jawab (responsible investing) juga meningkat di antara para pra-pensiunan yang ingin menyelaraskan nilai-nilai pribadi mereka dengan tujuan masa pensiun (dana pensiun publik di Amerika Serikat menerapkan faktor ESG untuk setidaknya US$3 triliun aset pada tahun 2018).3


Investasi ESG menjadi strategi investasi baru yang menawarkan beragam manfaat bagi investor dalam berbagai bentuk.4 Lantas apa saja manfaat yang dapat diperoleh dari pendekatan investasi berkelanjutan? Berikut ini kami sajikan lima manfaat utama dari investasi berbasis ESG

1. Investasi ESG dapat memberikan performa yang unggul (terutama saat kondisi pasar sedang turun)


Performa yang unggul diukur dalam hal kinerja relatif. Artinya, lebih banyak keuntungan dan lebih sedikit kerugian jika dibandingkan dengan dana tolok ukur atau indeks standar. Perusahaan investasi yang mengintegrasikan ESG secara lebih menyeluruh umumnya dianggap memiliki performa lebih baik dari sudut pandang tata kelola, yang membantu kinerja keuangan. Inilah alasannya.

Perusahaan yang berfokus pada ESG memiliki strategi keberlanjutan dan cenderung memiliki efisiensi operasional yang lebih baik, penghematan biaya, turnover karyawan yang lebih rendah, inovasi, talenta yang dipertahankan, pengurangan biaya kepatuhan, dan manajemen risiko - yang kesemuanya dapat membantu meningkatkan nilai investasi para pemegang saham.5


Untuk reksa dana yang membawa label ESG, kami menemukan bahwa reksa dana tersebut cenderung berkinerja lebih baik dalam jangka menengah dan panjang.6 Menurut Morningstar, dalam periode 10 tahun hingga 2019, lebih dari 58,8% reksa dana berkelanjutan mengungguli (menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi daripada) rata-rata reksa dana tradisional.7 Lebih jauh lagi, lebih dari 77% reksa dana tersebut masih ada sampai saat ini, sementara lebih dari separuh (53%) reksa dana tradisional sudah dibubarkan.8 Penelitian menunjukkan bahwa reksa dana yang berbasis ESG dapat bertahan lebih lama dan berkinerja lebih baik daripada reksa dana konvensional non-ESG.

 

Selain itu, reksa dana ESG juga telah menunjukkan ketahanan selama periode volatilitas pasar yang tinggi. Sebuah studi MSCI membandingkan tiga indeks ESG global dengan tolok ukur induknya, MSCI All Country World Index ACWI, selama kuartal pertama tahun 2020 (permulaan aksi jual imbas COVID-19) dan menemukan bahwa tolok ukur ESG mengungguli tolok ukur tradisional (MSCI ACWI) pada periode yang sama dan berikutnya (Lihat Bagan 1).

Bagan 1: Kinerja indeks dari Indeks MSCI ESG pilihan dan Indeks MSCI All Country World

Sumber: Data Bloomberg untuk periode 31 Juli 2017 - 31 Maret 2022. Total pengembalian kumulatif (dividen gross) indeks. Indeks MSCI All Country World (ACWI) melacak kinerja pasar ekuitas global secara luas. MSCI ESG Universal Index mewakili pendekatan dengan bobot ESG, MSCI ESG Leaders merupakan pendekatan sektor 50% terbaik di kelasnya dan MSCI Socially Responsible Investing (SRI) merupakan pendekatan sektor 25% terbaik di kelasnya. Tidak dimungkinkan untuk berinvestasi dalam indeks.

 

2. Potensi untuk membantu lingkungan dan membantu mengatasi perubahan iklim


Dalam beberapa dekade terakhir, aktivitas manusia telah berkontribusi terhadap perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan tergerusnya satwa liar, tanaman, dan lingkungan laut di dunia. Secara keseluruhan, desakan publik semakin meningkat agar perusahaan dan pemerintah memainkan peran yang lebih aktif dalam hal keberlanjutan.


Berinvestasi pada perusahaan yang berorientasi pada ESG berpotensi membantu lingkungan dan memitigasi perubahan iklim. Obligasi hijau, misalnya, difokuskan pada tujuan lingkungan, termasuk mengurangi emisi karbon untuk meningkatkan kualitas udara. Seperti yang ditunjukkan oleh data dari J.P. Morgan ESG Asia Credit Index (JESG JACI) vs J.P. Morgan Asia Credit Index (JACI), JESG JACI mengeluarkan lebih sedikit karbon dioksida (CO2) untuk setiap US$1 juta pendapatan yang dihasilkan, yang mengimplikasikan dampak lingkungan hidup yang lebih ringan (Lihat Bagan 2). Contoh lainnya adalah berinvestasi di perusahaan jaringan kereta api. Transportasi dengan kereta api dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca 75% lebih sedikit dibandingkan dengan truk, sehingga menciptakan peluang untuk mendapatkan konsumen, mematuhi perubahan peraturan lingkungan hidup, dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Bagan 2: Intensitas Karbon (Ton CO2e / $M pendapatan)

Sumber: Bloomberg, 31 Desember 2021. Angka-angka yang ditampilkan adalah dalam nilai USD bruto. Data intensitas karbon bersumber dari Trucost ESG Analysis dan Manulife Investment Management. Intensitas karbon mengacu pada emisi setara cakupan CO2 1 & 2 ton per juta pendapatan USD. Tidak memungkinkan untuk berinvestasi dalam indeks.

 

3. Memahami dan mengelola risiko portofolio dengan tata kelola yang kuat dan perusahaan yang etis


Mungkin tidak terlihat jelas, tetapi ekonomi, bisnis, dan alam saling terkait. Lingkungan hidup merupakan bagian integral dalam rantai pasokan global. Lebih dari separuh total PDB dunia (nilai ekonomi yang dihasilkan hampir US$44 triliun) sangat bergantung pada alam, terutama di sektor-sektor seperti konstruksi, pertanian, dan kehutanan. Investor dapat berada dalam posisi yang lebih baik untuk meningkatkan ketahanan portofolio dengan memahami risiko tersembunyi dari hilangnya keanekaragaman hayati dan alam serta dampaknya terhadap ekonomi dan investasi.


Berinvestasi di perusahaan yang berorientasi pada ESG dapat mengurangi risiko investasi secara keseluruhan, mengingat praktik tata kelola relatif yang lebih kuat dan etika bisnis yang lebih baik dari perusahaan-perusahaan tersebut. Semakin banyak inisiatif seperti United Nations Principles for Responsible Investment (UNPRI) yang mengharuskan anggotanya untuk menjalankan tugas kepercayaan dengan memasukkan faktor-faktor ESG dalam keputusan investasi mereka. Sementara itu, semakin banyak bursa efek yang mewajibkan keterbukaan informasi mengenai ESG; bursa efek di Hong Kong (HKEX) dan Singapura (SGX), misalnya, mewajibkan perusahaan-perusahaan yang terdaftar untuk menyampaikan laporan ESG tahunan. (Lihat Bagan 3)

 

Bagan 3: Keterbukaan informasi ESG oleh berbagai bursa di kawasan Asia-Pasifik

Sumber: CFA Institute, 2019. Catatan: Belum ada informasi mengenai keterbukaan keanekaragaman hayati untuk Hong Kong dan Jepang, serta informasi mengenai kesehatan dan keselamatan untuk India. Singapura mengungkapkan adaptasi perubahan iklim sebagai pengganti emisi gas rumah kaca.

 

4. Upaya lain untuk berkontribusi kepada masyarakat dan mempromosikan tanggung jawab sosial


Secara historis, lembaga-lembaga dan kelompok masyarakat kelas menengah ke atas telah menjadi donatur terbesar untuk kegiatan filantropi. Kini, investasi ESG menawarkan lebih banyak pilihan bagi investor yang tertarik untuk memberikan dampak sosial yang positif.


Berinvestasi di perusahaan yang berfokus pada ESG lebih dari sekadar keuntungan finansial, dan menempatkan prioritas tinggi pada manfaat sosial, seperti melindungi kesejahteraan karyawan dan membina hubungan antara bisnis, pemegang saham, dan masyarakat.


Dari sudut pandang karyawan, penelitian menunjukkan bahwa mendorong karyawan untuk bertindak dengan cara yang "pro-sosial" berkorelasi dengan kepuasan kerja dan produktivitas yang lebih tinggi (faktor yang berperan dalam kesehatan mental)9.


Dari sudut pandang pemegang saham, sebuah studi McKinsey di tahun 2019 menemukan bahwa perusahaan yang berada di kuartil teratas dalam hal keragaman gender atau etnis dalam tim eksekutif memiliki kemungkinan 25 persen lebih besar untuk memiliki profitabilitas di atas rata-rata dibandingkan perusahaan yang memiliki representasi yang kurang beragam.10 (Lihat Bagan 4)


Bagan 4: Kemungkinan kinerja keuangan yang lebih baik (%) berdasarkan keragaman tim eksekutif

Sumber: McKinsey, 2019. 

 

Terakhir, dari sudut pandang konsumen, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga dapat membantu perusahaan membangun loyalitas konsumen. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa generasi milenial AS lebih cenderung membeli merek yang mendukung isu-isu sosial yang mereka pedulikan. Dan untuk generasi muda di bawah usia 40 tahun, alih-alih menyumbangkan uang secara langsung untuk kegiatan sosial, mereka lebih memilih untuk memberi kembali melalui tempat mereka berbelanja.11

 

5. Perusahaan yang memiliki rencana keberlanjutan cenderung lebih siap untuk memenuhi tujuan investasi jangka panjang


Manfaat investasi ESG lebih mungkin direalisasikan dalam jangka waktu investasi yang lebih panjang. Demikian pula, risiko ESG dan dampak negatif dari praktik-praktik yang tidak berkelanjutan terhadap imbal hasil keuangan lebih mungkin muncul dalam jangka waktu yang lebih panjang.


Secara umum, perusahaan menghadapi aset yang terdepresiasi dari waktu ke waktu karena perubahan peraturan, ekspektasi sosial, teknologi yang disruptif, atau kondisi lingkungan.12 Dalam hal ini, perusahaan yang memiliki rencana keberlanjutan mungkin lebih siap untuk mengantisipasi dan beradaptasi dengan perubahan terkait dengan ESG. Sebagai contoh, perusahaan bahan bakar fosil mungkin perlu menonaktifkan dan melepaskan asetnya, membatalkan proyek, dan menggantinya dengan program-program terbarukan. Suatu perusahaan minuman mungkin bertanggung jawab atas kelangkaan air di suatu kota, menghadapi risiko hukum, kerusakan reputasi dan sanksi, serta hilangnya kepercayaan publik jika perusahaan tersebut tidak memiliki kebijakan CSR yang memadai.  

 

Kesimpulan: Investor melihat manfaat investasi ESG


Dari investor ritel baru hingga profesional berpengalaman maupun pra-pensiunan, orang-orang di seluruh dunia mulai menyadari manfaat investasi ESG. ESG dengan cepat menjadi strategi investasi jangka panjang arus utama, yang dapat membantu investor menyelaraskan tujuan keuangan mereka dengan nilai-nilai pribadi mereka, serta membangun dunia yang lebih baik dan berkelanjutan.

 

Pelajari lebih lanjut tentang investasi ESG dan topik menarik lainnya melalui riset dan publikasi kami.

 


 

1 Bloomberg, Aset ESG dapat mencapai $53 triliun pada tahun 2025, sepertiga dari AUM global, 23 Februari 2021

2 Asia Asset Management, Aset dana investasi berkelanjutan di Tiongkok melonjak ke rekor tertinggi, 26 Januari 2022. Aliansi Investasi Berkelanjutan Global, Tinjauan Investasi Berkelanjutan Global 2020

3 Pusat Penelitian Pensiun di Boston College, Investasi ESG dan Pensiun Publik: Sebuah Pembaruan, Oktober 2020

4 MSCI, Geser untuk berinvestasi: kisah di balik investasi milenial dan investasi ESG, Maret 2020

5 NYU Stern, ESG dan Kinerja Keuangan: Mengungkap Hubungan dengan Mengumpulkan Bukti dari 1.000 Lebih Studi yang Diterbitkan antara 2015 - 2020

6 Catatan: Kami menganggap bahwa integrasi risiko keberlanjutan dalam proses pengambilan keputusan merupakan elemen penting dalam menentukan hasil kinerja jangka panjang dan merupakan teknik mitigasi risiko yang efektif. Pendekatan kami terhadap keberlanjutan memberikan kerangka kerja yang fleksibel yang mendukung implementasi di berbagai kelas aset dan tim investasi. Meskipun kami percaya bahwa investasi berkelanjutan akan menghasilkan hasil investasi jangka panjang yang lebih baik, tidak ada jaminan bahwa investasi berkelanjutan akan menjamin imbal hasil yang lebih baik dalam jangka panjang.  Secara khusus, dengan membatasi rentang aset yang dapat diinvestasikan melalui kerangka kerja pengecualian, penyaringan positif, dan investasi tematik, kami dapat kehilangan kesempatan untuk berinvestasi pada investasi yang kami yakini dapat mengungguli dari waktu ke waktu.

7 Analisis Morningstar di tujuh kategori: ekuitas campuran berkapitalisasi besar global, ekuitas pasar pertumbuhan berkapitalisasi besar global, ekuitas pasar negara berkembang global, ekuitas campuran berkapitalisasi besar AS, ekuitas campuran berkapitalisasi besar Eropa, ekuitas campuran berkapitalisasi besar zona euro, obligasi korporasi EUR.

8 Morningstar, Apakah Reksa Dana Berkelanjutan Mengalahkan Pesaingnya?, 16 Juni 2020

9 Occupational & Environmental Medicine Journal, makalah Manchester Business School: Hubungan antara kepuasan kerja dan kesehatan: sebuah meta-analisis, 2005

10 McKinsey, Pentingnya keragaman, kesetaraan, dan inklusi (DE&I), 2019

11 Forbes, Mengapa Memberi Kembali Meningkatkan Loyalitas Merek, 10 Juni 2019

12 Ernst & Young, Aturan Investasi Masa Depan 2.0, 2015

  • IDB: Deflasi AS memperkuat harapan pemangkasan suku bunga

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Sektor teknologi menjadi pendorong pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Pandangan Ketua The Fed Powell yang seimbang terhadap ekonomi

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Pastikan untuk membeli Reksa Dana Manulife melalui MAMI atau mitra distribusi kami. 

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Pastikan untuk membeli Reksa Dana Manulife melalui MAMI atau mitra distribusi kami. 

View more