Skip to main content
Back

IWH: PPKM Darurat Berimbas Pada Keyakinan Konsumen

16 Agustus, 2021

Pekan Lalu

Pasar saham Amerika Serikat menguat pekan lalu didukung oleh sentimen positif dari disetujuinya rencana stimulus infrastruktur dan data inflasi yang suportif. Senat AS menyetujui rencana stimulus infrastruktur 

USD1 triliun yang mencakup pendanaan untuk transportasi, utilitas dan broadband. Rencana tersebut akan lanjut dibahas di House sebelum disahkan menjadi legislasi. Sementara itu data inflasi tumbuh pada tingkat yang lebih moderat; CPI (Jul) tumbuh 0.5% MoM dan 5.4% YoY. Pertumbuhan yang lebih moderat ini menunjukkan bahwa kenaikan harga beberapa komponen terkait dengan pembukaan kembali ekonomi mulai melambat, sesuai dengan narasi The Fed bahwa lonjakan inflasi bersifat sementara. Sentimen pasar juga ditopang oleh data ketenagakerjaan AS yang positif, di mana klaim pengangguran turun ke level 375 ribu sesuai dengan ekspektasi. Di sisi lain pasar mulai memperhatikan kenaikan kasus COVID-19 di AS dan menantikan apakah akan ada lockdown kembali atau perubahan perilaku konsumen. Indeks S&P 500 ditutup naik 0.71% dengan imbal hasil UST 10Y turun dari 1.29% ke 1.27%.

Pasar saham kawasan Asia bergerak fluktuatif pekan lalu di tengah meningkatnya kasus COVID-19 di kawasan. Selain itu pasar juga dibayangi ketidakpastian perubahan regulasi China setelah pemerintah China mengeluarkan cetak biru untuk regulasi di sektor yang berhubungan dengan keamanan nasional, teknologi, dan monopoli. Di sisi lain bank sentral China mengindikasikan kebijakan moenter akan tetap fleksibel untuk mendukung pemulihan ekonomi. Pernyataan ini memberi sinyal bahwa kebijakan moneter dapat bergerak lebih akomodatif. Indeks MSCI Asia Pacific ditutup turun 0.06% pekan lalu.

Di pasar domestik IHSG ditutup turun 1.03% pekan lalu dengan investor asing mencatat penjualan bersih IDR712.6 miliar. Pasar obligasi juga ditutup turun 0.23% dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10Y naik dari 6.30% ke 6.36%. Kebijakan PPKM Darurat yang membatasi aktivitas masyarakat berdampak pada penurunan indeks keyakinan konsumen yang turun menjadi 80.2 di Juli dari bulan sebelumnya 107.4.

 

Pekan Ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan beberapa rilis data ekonomi domestik. Rapat Bank Indonesia diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan pada 3.50%. Pasar akan memperhatikan apakah BI akan memberi sinyal pelonggaran moneter lebih lanjut. Selain itu pasar juga akan menantikan data neraca perdagangan bulan Juli dan neraca pembayaran 2Q-2021. 

 

 

Unduh Dokumen

 

  • IDB: Pemerintah berkomitmen menjaga disiplin fiskal

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IWH: Outlook defisit fiskal AS melebar

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • IDB: Pelemahan sektor teknologi menekan kinerja pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Pastikan untuk membeli Reksa Dana Manulife melalui MAMI atau mitra distribusi kami. 

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Pastikan untuk membeli Reksa Dana Manulife melalui MAMI atau mitra distribusi kami. 

View more