Skip to main content
Back

Fluktuasi Pasar Global di Tengah Krisis Evergrande

27 September, 2021

Pekan Lalu

Pasar saham global bergerak fluktuatif pekan lalu menantikan rapat FOMC The Fed dan perkembangan Evergrande di China. Pada rapat FOMC pekan lalu, The Fed memberi sinyal bahwa pengurangan stimulus (tapering) dapat mulai dilakukan tahun ini jika pemulihan ekonomi terus berlangsung. Sementara itu mayoritas pejabat The Fed memandang kenaikan suku bunga dapat mulai dilakukan di 2022, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya di 2023. Pasar saham Amerika Serikat ditutup naik pekan lalu, di mana indeks S&P 500 ditutup naik 0.51% sementara imbal hasil US Treasury 10Y naik dari 1.36% ke 1.45%. Kongres AS dalam proses diskusi untuk menangguhkan batas utang negara sebelum mencapai tenggat waktunya di 30 September. House sudah mencapai kesepakatan untuk menangguhkan batas utang tersebut, dan menantikan kesepakatan di Senat.

Di kawasan Asia, kekhawatiran risiko merambatnya krisis Evergrande ke pasar finansial global menjadi perhatian utama pasar pekan lalu. Kekhawatiran investor juga disebabkan oleh belum ada komunikasi jelas dari Evergrande terkait rencananya dalam menangani krisis ini. Bank sentral China telah menginjeksi RMB320 miliar pekan lalu untuk menjaga likuiditas di pasar finansial. Pasar saham kawasan Asia melemah pekan lalu, di mana indeks MSCI Asia Pacific ditutup turun 1.22%.

IHSG bergerak fluktutatif pekan lalu, namun berhasil ditutup di zona hijau, mencatat penguatan 0.19%. Investor asing mencatat pembelian bersih IDR2.5 triliun pekan lalu. Sementara itu pasar obligasi ditutup turun 0.16% dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10Y relatif stabil di kisaran 6.15%. Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di level 3.50% sesuai dengan ekspektasi pasar.  Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi domestik diperkirakan tumbuh 3.5 – 4.3% di 2021.

 

Pekan Ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan beberapa rilis data ekonomi seperti PMI manufaktur & jasa China untuk menakar aktivitas ekonomi China di September. Aktivitas ekonomi China sempat dipengaruhi oleh restriksi mobilitas di Agustus karena meningkatnya kasus COVID-19 varian delta. Konsensus memperkirakan aktivitas ekonomi membaik dengan PMI manufaktur tetap pada zona ekspansi di level 50.1, dan PMI jasa naik ke level 50.

 

Unduh Dokumen

  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Kekhawatiran suku bunga & konflik geopolitik membayangi pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Confirm