27 Juli 2026
Pasar saham Amerika Serikat melemah pekan lalu dipengaruhi oleh pesimisme pasar terhadap rencana belanja modal AI yang besar di sektor teknologi dan potensi profitabilitasnya. Alphabet melaporkan earnings yang lebih baik dari perkiraan, di mana pendapatan dari bisnis cloud yang kuat dan meningkatnya pengguna AI Gemini, mengindikasi bahwa investasi AI mulai memberikan hasil. Namun Alphabet juga menaikkan proyeksi belanja modal AI untuk 2026 dari USD190 miliar menjadi kisaran USD195-205 miliar. Perhatian pasar juga tertuju pada memanasnya konflik geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga energi. Houthi yang pro-Iran mulai menyerang jalur logistik di Laut Merah, membuka front konflik baru yang dapat memengaruhi pasokan minyak yang melalui kawasan tersebut. Harga minyak Brent naik +9.9% pekan lalu ke level USD96, yang kembali meningkatkan risiko inflasi dan kenaikan suku bunga. Presiden Trump mengumumkan tarif baru antara 10% - 12.5% terhadap 60 negara untuk menggantikan tarif global 10% sementara yang diterapkan Februari lalu setelah kebijakan tarif IEEPA dibatalkan oleh Supreme Court AS. Indeks S&P 500 turun -0.61% pekan lalu dan imbal hasil UST 10Y naik dari 4.54% ke 4.67%. Pekan ini pasar menantikan rilis laporan earnings dari emiten besar seperti Microsoft, Amazon, dan Apple. Selain itu pasar juga menantikan rapat FOMC The Fed, dengan ekspektasi konsensus Fed Funds Rate tetap bertahan.
Pasar saham kawasan Asia bergerak fluktuatif pekan lalu dibayangi oleh kenaikan harga energi dan volatilitas di sektor teknologi global. Kenaikan harga energi kembali meningkatkan risiko inflasi dan kenaikan suku bunga di kawasan Asia. Bank sentral Singapura mengejutkan dengan melakukan pengetatan kebijakan moneter karena risiko inflasi. Sementara itu rencana Alphabet menaikkan belanja modal AI menjadi faktor positif bagi rantai pasok AI di Asia, seperti produsen semikonduktor yang dapat menikmati penjualan lebih dengan meningkatnya belanja AI. Di sisi lain, volatilitas di sektor teknologi global turut membayangi sentimen di pasar Asia, di mana pasar saham Korea Selatan melemah (indeks Kospi -1.9%). Pasar saham China mencatat kinerja positif (indeks CSI 300 +2.7%) didukung oleh aksi beli dari BUMN China untuk stabilisasi pasar yang terpukul oleh koreksi di sektor teknologi. Indeks MSCI Asia Pacific ditutup +0.8% pekan lalu. Pekan ini pasar menantikan laporan earnings dari SK Hynix dan Samsung Electronics yang diharapkan dapat memberikan informasi lebih terkait dinamika di industri AI.
Di domestik, BI mempertahankan BI Rate di 5.75%. BI memilih untuk memperluas insentif yang dinilai lebih efektif menarik dana asing dan mendukung Rupiah ketimbang menaikkan suku bunga. BI memberikan insentif untuk swap jual lindung nilai dan DNDF jual lindung nilai yang menurunkan biaya untuk lindung nilai berinvestasi di SBN atau SRBI. Moody's Ratings menyatakan belum ada perubahan pandangan terkait risiko ketidakpastian kebijakan dan kesinambungan fiskal Indonesia sejak review di Februari lalu. Moody's menyoroti tidak jelasnya mandat untuk Danantara Sumberdaya Indonesia, serta basis penerimaan pajak yang belum meluas. IHSG menguat +0.34% pekan lalu dengan investor asing mencatat penjualan bersih IDR3.37 triliun. Indeks obligasi BINDO melemah -0.20% dengan imbal hasil SBN 10Y naik dari 7.25% ke 7.35% seiring dengan kenaikan yield US Treasury. Minat investor dalam lelang SUN pekan lalu membaik dengan jumlah penawaran mencapai IDR67.89 triliun, +23.25% dari permintaan lelang sebelumnya. Pemerintah memenangkan IDR32 triliun sesuai dengan target indikatif. Rata-rata imbal hasil SRBI 12-bulan dalam lelang di Jumat stabil di 7.63%. Sementara itu Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur karena alasan pribadi di Senin pagi. Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti menggantikan sebagai Gubernur Sementara BI.
IWH: Pasar Indonesia stabil di tengah konsolidasi sektor teknologi global
Investment Weekly Highlights
IWH: Konflik Selat Hormuz dan harga energi kembali menjadi perhatian
Investment Weekly Highlights
Monthly Market Review Juni 2026
Monthly Market Review