Skip to main content
Back

Ekspektasi The Fed bergerak lebih akomodatif

30 Januari, 2023

 

​Pekan lalu

Pasar saham Amerika Serikat menguat pekan lalu didukung ekspektasi pasar bahwa The Fed dapat bergerak lebih gradual. Pejabat Federal Reserve Christopher Waller, salah satu pejabat yang hawkish, telah bergabung dengan pembuat kebijakan lainnya yang mendukung moderasi dalam besaran kenaikan suku bunga. Data inflasi AS melandai di Desember yang memperkuat pandangan pasar bahwa The Fed dapat menjadi lebih dovish. Data PCE turun ke 5.0% YoY di Desember yang merupakan laju terlambat sejak akhir 2021. Selain itu pasar juga didukung oleh ekspektasi bahwa ‘soft landing’ dapat tercapai di AS setelah pertumbuhan ekonomi Q4 yang lebih baik dari ekspektasi. PDB Amerika tumbuh 2.9% QoQ annualized di Q4-22, lebih baik dari ekspektasi 2.6%. Indeks S&P 500 menguat 2.47% pekan lalu dan indeks Dow Jones menguat 1.81%. Imbal hasil UST 10Y naik dari 3.48% ke 3.50%.

Pasar saham kawasan Asia menguat pekan lalu didukung oleh ekspektasi dampak positif dari pembukaan ekonomi China. Data turis dari China mainland ke Hong Kong dan Macau meningkat mencapai posisi tertinggi sejak Februari 2020 di tengah libur Lunar New Year, sehingga mendukung sentimen pasar terhadap dampak positif dari normalisasi ekonomi China. Data ekonomi yang dirilis adalah pertumbuhan PDB Korea Selatan yang turun ke 1.4% YoY di Q4, lebih baik dari ekspektasi 1.3%. Indeks MSCI Asia Pacific menguat 2.13% pekan lalu.

Di domestik, pasar bergerak fluktuatif, namun pasar saham dan obligasi berhasil ditutup di zona positif. IHSG ditutup naik 0.35% pekan lalu dengan investor asing mencatat pembelian bersih IDR1.7 triliun. Sektor transportasi mencatat kinerja terbaik, sementara sektor energi melemah terdalam. Pasar obligasi juga ditutup naik 0.13% dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10Y naik dari 6.62% ke 6.74%. Gubernur Bank Indonesia menyatakan total kenaikan suku bunga 225bps ke 5.75% sudah cukup untuk menjaga inflasi dan menyesuaikan dengan pengetatan moneter global, mengindikasikan BI sudah mencapai puncak kenaikan suku bunganya. BKPM melaporkan realisasi investasi 2022 mencapai IDR1207 triliun, tumbuh 34% YoY, didukung investasi ke sektor industrial metal, pertambangan, dan transportasi.

 

Pekan Ini


Pekan ini pasar akan memperhatikan berbagai rilis data ekonomi penting China seperti pertumbuhan PDB Q4 dan data aktivitas ekonomi terkini seperti penjualan ritel dan produksi industri. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan melemah di Q4 ke 1.6% YoY dari kuartal sebelumnya 3.9% dibayangi kondisi Covid Zero. 

Di pasar domestik pasar akan memperhatikan kebijakan suku bunga BI dan data neraca perdagangan. Konsensus pasar memperkirakan suku bunga acuan naik 25bps ke 5.75% dan neraca perdagangan mencatat surplus USD4.1 miliar. 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Kekhawatiran suku bunga & konflik geopolitik membayangi pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan rapat FOMC The Fed, di mana konsensus memperkirakan kenaikan suku bunga akan lebih gradual menjadi 25bps ke level 4.75%, terutama setelah inflasi melandai dan data konsumsi AS melemah. Pasar juga akan memperhatikan rapat bank sentral Eropa yang diperkirakan mempertahankan laju kenaikan 50bps. Di domestik, pasar akan memperhatikan data inflasi yang diperkirakan turun ke 5.4% dari sebelumnya 5.5%.  
 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm