Skip to main content
Back

Ekonomi Indonesia Melanjutkan Momentum Pemulihan

8 Agustus, 2022

Pekan lalu

Pasar saham Amerika Serikat menguat pekan lalu di tengah sentimen pasar yang variatif. Kekhawatiran risiko resesi mereda seiring data ekonomi AS yang membaik. PMI jasa AS naik ke 47.3 di Juli, lebih baik dari ekspektasi 47.0 dan durable goods orders juga tumbuh 2.0% lebih tinggi dari ekspektasi. Selain itu nonfarm payroll AS mencatat 528 ribu pekerja baru di Juli, lebih tinggi dari ekspektasi 250 ribu, dan tingkat pengangguran turun ke 3.5% dari sebelumnya 3.6% mengindikasikan sektor tenaga kerja yang kuat. Di sisi lain, data ekonomi yang kuat meningkatkan potensi The Fed mempertahankan kenaikan suku bunga agresif untuk menanggulangi inflasi. Beberapa pejabat The Fed pekan lalu mengatakan fokus The Fed tetap pada inflasi dan masih terbuka untuk kenaikan suku bunga agresif lebih lanjut. Indeks S&P 500 menguat 0.36% dan indeks Nasdaq menguat 2.15%. Imbal hasil UST 10Y naik dari 2.65% ke 2.83%.

Pasar saham kawasan Asia bergerak fluktuatif pekan lalu dibayangi kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan yang dikhawatirkan dapat memicu eskalasi ketegangan geopolitik AS-China. China merespon dengan melakukan latihan militer skala besar dan menghentikan perdagangan beberapa komoditas seperti impor ikan dan buah dari Taiwan. Di sisi lain data ekonomi China relatif positif di mana ekspor tumbuh 18% YoY dan impor tumbuh 2.3% YoY di Juli sehingga neraca perdagangan mencatat surplus USD101.26 miliar. Indeks MSCI Asia Pacific ditutup naik 0.25% pekan lalu.

Di pasar domestik, ekonomi Indonesia melanjutkan momentum pertumbuhan, di mana PDB tumbuh 5.44% YoY di Q2-2022, lebih tinggi dari ekspektasi 5.17% dan naik dari 5.01% di kuartal pertama. Kinerja ekonomi didukung konsumsi domestik yang tumbuh 5.51% YoY dan ekspor yang tumbuh 19.74% YoY. Sementara itu inflasi umum tumbuh diatas perkiraan 0.64% MoM, dan 4.94% YoY di Juli, walau inflasi inti tumbuh sesuai estimasi 2.86% YoY. IHSG menguat 1.92% pekan lalu dengan sektor transportasi dan infrastruktur mencatat kinerja terbaik. Investor asing mencatat penjualan bersih IDR2.8 triliun. Pasar obligasi juga menguat 0.39% pekan lalu dengan imbal hasil obligasi pemerintah relatif stabil di kisaran 7.15%.

 


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data inflasi AS, terutama setelah data tenaga kerja yang kuat pekan lalu mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga tetap agresif. Konsensus Bloomberg memperkirakan inflasi akan turun di Juli ke level 8.7% YoY dari sebelumnya 9.1%

 

Unduh Dokumen

Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data inflasi AS, terutama setelah data tenaga kerja yang kuat pekan lalu mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga tetap agresif. Konsensus Bloomberg memperkirakan inflasi akan turun di Juli ke level 8.7% YoY dari sebelumnya 9.1%

 

Unduh Dokumen

Confirm