Skip to main content
Back

Data inflasi & suku bunga membayangi pasar saham global

20 Februari, 2023

 

​Pekan lalu

 

Rilis data inflasi yang kuat dan suku bunga ketat yang diperkirakan akan terus berlanjut lebih lama dan lebih tinggi dari perkiraan membayangi pasar saham Amerika Serikat, selama sepekan S&P 500 turun 0.28%, Dow Jones turun 0.13% sementara Nasdaq naik 0.59%. Indeks harga konsumen (Jan) tumbuh 0.5% MoM – kenaikan tertinggi dalam tiga bulan  – didorong biaya energi dan tempat tinggal, sementara Indeks harga produsen (Jan) tumbuh 0.7% MoM yang merupakan kenaikan bulanan tertinggi sejak Juni 2022. Kondisi ini mendukung narasi bahwa suku bunga harus bertahan di level tinggi lebih lama untuk mengurangi tekanan inflasi. Menjelang akhir pekan sentimen pasar saham kembali tertekan setelah Presiden Fed St Louis dan Cleveland menyatakan dukungannya untuk menaikkan suku bunga 50 basis poin pada rapat mendatang, di mana sejauh ini pelaku pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin. Imbal hasil UST 10 tahun ditutup naik ke level 3.81%, dari penutupan pekan sebelumnya 3.73%. 

Retorika kebijakan moneter Amerika Serikat yang ketat membebani pasar saham Asia, MSCI Asia Pacific turun 2.21%. Data inflasi AS yang lebih kuat dari ekspektasi meningkatkan kekhawatiran The Fed akan mempertahankan tingkat suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan. 

Setelah  kenaikan setiap bulan sejak Agustus 2022 hingga Januari 2023, di bulan Februari ini Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan, tetap di level 5.75%.  Penurunan inflasi - baik umum maupun inti - yang lebih cepat dari perkiraan membuat tingkat suku bunga  saat ini dirasa cukup memadai untuk terus memastikan penurunan inflasi ke level target. Di saat yang sama, tingkat suku bunga sekarang diharapkan mampu memberi dorongan pada aktivitas ekonomi, serta menjaga dan mempertahankan daya tarik nilai tukar Rupiah di tengah potensi kenaikan Fed Funds Rate yang masih berlangsung. Data ekonomi lain yang dirilis adalah neraca perdagangan (Jan) yang mencatat surplus USD3.87 miliar, lebih tinggi dari ekspektasi USD3.25 miliar. Ekspor tumbuh 16.37% YoY dan impor tumbuh 1.27% YoY. Selama sepekan IHSG menguat 0.22%, sementara BINDO melemah 0.07%. Investor asing di pasar saham membukukan penjualan bersih mingguan senilai IDR1.38 triliun. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun ditutup naik ke level 6.73% dari penutupan pekan sebelumnya 6.67%. 


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan rilis data neraca pembayaran Indonesia (4Q) yang diperkirakan sebesar USD4.20 miliar, turun dari kuartal sebelumnya USD4.54 miliar. 

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IDB: Fed memberi sinyal penundaan penurunan suku bunga

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan rilis data neraca pembayaran Indonesia (4Q) yang diperkirakan sebesar USD4.20 miliar, turun dari kuartal sebelumnya USD4.54 miliar. 

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more
Confirm