Skip to main content
Back

Komentar The Fed menekan euforia pasar

6 Maret, 2023

Pekan lalu

 

Bursa saham Amerika Serikat membukukan penguatan mingguan pertama dalam satu bulan di tengah meredanya kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed; S&P 500 naik 1.90%, Dow Jones naik 1.75% dan Nasdaq naik 2.58%. Penguatan pasar saham AS didorong oleh komentar dovish Presiden Fed Atlanta yang mengatakan bank sentral sudah mendekati puncak kenaikan dan mendukung kenaikan sebesar dua puluh lima basis poin. Data ekonomi yang dirilis AS relatif beragam. Pesanan barang tahan lama mengalami penurunan tertajam sejak April 2020 di mana hal ini mencerminkan penurunan tajam dalam pemesanan pesawat komersial, namun di luar alat transportasi, pesanan barang tahan lama naik lebih tinggi dari perkiraan. Sektor manufaktur (Feb) turun ke 47.3 dari sebelumnya 47.8 dan sektor jasa (Feb) naik dari 47.4 ke 47.7. 

Rilis data ketenagakerjaan baik new jobless claim dan continuing claim sama-sama kuat. Sementara dari Eropa, rilis data inflasi tinggi semakin meningkatkan pandangan kenaikan suku bunga lanjutan di mana pasar memperkirakan bank sentral Eropa akan menaikkan suku bunga hingga Februari 2024 dengan puncak suku bunga akan mencapai di level 4.0%. Imbal hasil UST 10 tahun ditutup naik ke level 3.95% dari penutupan pekan sebelumnya 3.94%. 

Sejalan dengan optimisme pasar saham global, bursa saham Asia menguat 1.52% didorong komentar dovish pejabat The Fed. Pasar menantikan hasil pertemuan pejabat tinggi China yang diharapkan dapat memaparkan target pertumbuhan ekonomi dan potensi stimulus di tahun ini. Data ekonomi yang dirilis China adalah PMI manufaktur (Feb) naik ke level 52.6 yang merupakan level tertinggi sejak 2012. Sektor jasa juga menunjukkan penguatan dengan PMI non-manufaktur naik ke level 56.3 dari sebelumnya 54.4.

Di tengah minimnya katalis baik dari luar dan dalam negeri, IHSG membukukan pelemahan mingguan 0.63% sementara BINDO melemah 0.29%. Dipengaruhi oleh aksi crossing saham, investor asing membukukan pembelian bersih mingguan senilai IDR2.71 triliun. Imbal hasil obligasi pemerintah IDR tenor 10 tahun naik ke level 6.98%. Hari pertama implementasi DHE, dilaporkan eksportir menempatkan simpanan USD15 juta dengan bunga simpanan antara 4.54% - 5.20% tergantung jangka waktu dan nominal. Tingkat suku bunga yang bersaing sangat mendekati suku bunga USD global di kisaran 4.85% - 5.40% diharapkan dapat memperkokoh stabilitas nilai tukar Rupiah ke depannya. Didorong oleh harga pangan inflasi bulan Februari lebih tinggi dari ekspektasi tumbuh 0.16% MoM dan 5.47% YoY, sementara inflasi inti turun ke 3.09% YoY dari sebelumnya 3.27%. Sektor manufaktur (Feb) sedikit lebih rendah dibandingkan dengan sebelumnya di level 51.2.

 

Pekan Ini


Pekan ini rilis data ketenagakerjaan AS – Nonfarm Payrolls dan Unemployment Rate – menjadi data ekonomi yang akan sangat dinantikan oleh pelaku pasar karena dapat memberikan pandangan terkait tekanan inflasi dan peluang kenaikan suku bunga ke depannya. 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • IDB: Bursa saham AS menghentikan kenaikan beruntunnya

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IWH: Ekspektasi suku bunga telah mencapai puncak

    Investment Weekly Highlights

    Baca selengkapnya
  • IDB: Bursa saham AS cenderung stabil setelah libur Thanksgiving

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini rilis data ketenagakerjaan AS – Nonfarm Payrolls dan Unemployment Rate – menjadi data ekonomi yang akan sangat dinantikan oleh pelaku pasar karena dapat memberikan pandangan terkait tekanan inflasi dan peluang kenaikan suku bunga ke depannya.   
 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm