Skip to main content
Back

The Fed mengejutkan dengan pandangan kebijakan restriktif lebih lama

25 September, 2023

​Pekan lalu​

 

Pasar saham global melemah pekan lalu merespons pandangan The Fed bahwa kebijakan suku bunga dapat tetap restriktif lebih lama (higher for longer). The Fed memproyeksikan masih ada potensi kenaikan suku bunga di tahun ini, dan memandang bahwa tingkat suku bunga di akhir 2024 di level 5.1%, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya di 4.6%. Selain itu The Fed juga memandang kondisi ekonomi lebih resilien dari ekspektasi, tercermin dari proyeksi pertumbuhan ekonomi yang direvisi naik. Imbal hasil US Treasury melonjak menyentuh 4.49%, level tertinggi sejak 2007 merespons proyeksi terbaru The Fed, sebelum berakhir di 4.43% di perdagangan Jumat. Implikasi lain dari kebijakan The Fed adalah berlanjutnya penguatan USD yang naik 0.25% pekan lalu, melanjutkan tren penguatan sejak Juli. Indeks S&P 500 melemah 2.93% pekan lalu dan indeks Nasdaq melemah 3.62%. 

 

Pasar saham kawasan Asia juga mencatat pelemahan pekan lalu. Pandangan The Fed yang hawkish, kenaikan imbal hasil US Treasury dan USD menekan sentimen di pasar Asia. Selain itu kenaikan harga minyak dunia juga membayangi pasar Asia, karena kawasan Asia adalah net importir minyak yang dapat mempengaruhi tekanan inflasi di kawasan. Indeks MSCI Asia Pacific melemah 2.35% pekan lalu dengan sektor IT dan kesehatan melemah terdalam. 

 

Di pasar domestik, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di 5.75% sesuai dengan ekspektasi pasar. BI menekankan bahwa fokus kebijakan saat ini adalah menjaga stabilitas Rupiah di tengah pandangan higher for longer The Fed. IHSG mencatat kinerja unggul dibanding pasar global dan regional, ditutup positif 0.49% pekan lalu. Sektor konsumer primer mencatat kinerja terbaik, sementara sektor teknologi melemah terdalam. Investor asing mencatat pembelian bersih IDR1.7 triliun di pasar saham pekan lalu walau dibayangi volatilitas pasar global. Sementara itu pasar obligasi melemah 0.31% dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10Y naik dari 6.68% ke 6.76%.


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data PCE Amerika Serikat, di mana konsensus memperkirakan PCE umum (Aug) naik dari 3.3% YoY ke 3.5%, sementara PCE inti turun dari 4.2% YoY ke 3.9%. Selain itu pasar juga akan memperhatikan data PMI China untuk menakar kondisi terkini. Sebelumnya, data perdagangan China menunjukkan perbaikan yang mendukung ekspektasi kondisi terburuk telah lewat. Konsensus memperkirakan PMI manufaktur di 50.2 dan PMI jasa di 51.5, keduanya naik dari bulan sebelumnya.  

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

  • Investment note: Tensi geopolitik Timur Tengah terkini

    Baca selengkapnya
  • IDB: Eskalasi konflik geopolitik & data ekonomi AS yang kuat membayangi pasar finansial global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
  • IDB: Kekhawatiran suku bunga & konflik geopolitik membayangi pasar saham global

    Investment Daily Bread

    Baca selengkapnya
Lihat semua


Pekan ini

Pekan ini pasar akan memperhatikan data PCE Amerika Serikat, di mana konsensus memperkirakan PCE umum (Aug) naik dari 3.3% YoY ke 3.5%, sementara PCE inti turun dari 4.2% YoY ke 3.9%. Selain itu pasar juga akan memperhatikan data PMI China untuk menakar kondisi terkini. Sebelumnya, data perdagangan China menunjukkan perbaikan yang mendukung ekspektasi kondisi terburuk telah lewat. Konsensus memperkirakan PMI manufaktur di 50.2 dan PMI jasa di 51.5, keduanya naik dari bulan sebelumnya.  

 

 

 

Unduh Dokumen

 

 

Confirm