Skip to main content
Back

Investment Note: Penurunan outlook Indonesia oleh Moody's

6 Februari 2026

Dr. Katarina Setiawan
Chief Economist & Investment Strategist
PT Manulife Aset Manajemen Indonesia


Moody’s merevisi outlook (prospek) Indonesia menjadi negatif sambil mempertahankan peringkat Baa2, dengan alasan melemahnya prediktabilitas kebijakan, kekhawatiran tata kelola, dan meningkatnya ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Meskipun indikator makroekonomi dan fiskal secara umum tetap stabil, Moody’s memperingatkan bahwa ketidakpastian yang berkelanjutan dapat merusak kredibilitas kebijakan. 

Perubahan outlook menunjukkan kemungkinan arah peringkat kredit dalam jangka waktu 12-24 bulan. Outlook negatif menunjukkan kemungkinan adanya penurunan peringkat. Namun, outlook tidak selalu menjadi pertanda perubahan peringkat karena peringkat dapat diubah terlepas dari status outlook-nya.

Risiko utama yang disoroti Moody’s meliputi peningkatan program sosial di tengah basis pendapatan negara yang terbatas, masalah mengenai kerangka fiskal, mandat Bank Indonesia, serta komunikasi kebijakan yang kurang efektif menyebabkan meningkatnya volatilitas pasar dan kekhawatiran investor. Selain itu, Moody’s menyoroti tata kelola Danantara, termasuk pendanaan, pengaruh kebijakan dividen terhadap BUMN, dan potensi kewajiban kontingen jika koordinasi dan manajemen risiko tidak diperkuat.

Meskipun outlook berubah menjadi negatif, penegasan peringkat utang Indonesia pada tingkat Baa2 mencerminkan ketahanan ekonomi Indonesia, pengelolaan kebijakan yang baik, dan ekspektasi pertumbuhan sekitar 5% dengan defisit di bawah 3% dari PDB.

Pengalaman penurunan outlook di masa lalu

Penurunan outlook peringkat pernah terjadi di masa lalu. Misalnya, pada April 2020 S&P menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif dari stabil sambil mempertahankan peringkatnya. Revisi outlook tersebut diputuskan karena pemerintah Indonesia menerbitkan obligasi senilai hampir IDR450 triliun untuk mengatasi defisit fiskal yang melebar akibat upaya melawan pandemi COVID-19. Imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun cenderung stabil dan justru menurun di Mei merespons penurunan BI Rate. Outlook negatif tersebut bukan cerminan dari masalah ekonomi fundamental, melainkan kekhawatiran atas potensi memburuknya kondisi eksternal dan fiskal Indonesia. Setelah itu, koordinasi yang kuat antara Bank Indonesia dan pemerintah serta komunikasi kebijakan yang jelas membantu menenangkan pasar dan memulihkan kepercayaan lembaga pemeringkat.

Sinyal dari revisi outlook

Kali ini, revisi outlook menyiratkan bahwa kekhawatiran lembaga pemeringkat bukan lagi tentang kapasitas ekonomi Indonesia, melainkan lebih tentang konsistensi, kejelasan, dan koordinasi kelembagaan. Kepercayaan investor dan lembaga pemeringkat kini lebih bergantung pada seberapa koheren kebijakan dikomunikasikan dan diimplementasikan.

Perumusan prioritas fiskal yang lebih kuat, peningkatan koordinasi antar lembaga, dan transparansi seputar kerangka kerja Danantara akan sangat penting untuk menstabilkan sentimen dan mencegah persepsi tata kelola yang buruk memicu premi risiko yang lebih tinggi atau volatilitas aliran modal.


Ezra Nazula

Director & Chief Investment Officer, Fixed Income 

Implikasi pada strategi pengelolaan portofolio obligasi MAMI

Kami melihat penilaian Moody’s sebagai teguran, bukan vonis terhadap Indonesia. Masih ada waktu bagi pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan dan meluruskan komunikasi kepada pasar untuk membangun kembali kredibilitas. Dari pengalaman penurunan outlook rating di 2020 oleh S&P, terlihat bahwa perubahan outlook tidak selalu diikuti oleh penurunan rating. Sebaliknya Indonesia berhasil mempertahankan rating dari S&P hingga saat ini dengan outlook direvisi naik kembali menjadi ‘stable’ di 2022. 

Walau demikian, iklim pasar diperkirakan masih akan tentatif dalam jangka pendek menantikan respons pemerintah terkait penilaian Moody’s. Strategi portofolio mengarah lebih defensif dengan mengurangi alokasi di obligasi tenor panjang dan menaikkan porsi cash di portofolio.

 

 

Unduh Dokumen



Tabel & Grafik

Kepemilikan obligasi pemerintah


Kurva imbal hasil obligasi

 

 

Lihat semua

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more