Skip to main content
Back

Investment Note: Pelemahan pasar saham Indonesia 28 Januari 2026

28 Januari 2026

RILIS PENGUMUMAN MSCI

Hari Rabu 28 Januari 2026 pasar saham Indonesia melemah tajam. IHSG ditutup di level 8320.56 (-7.35% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di level 8980.23) dan LQ45 berada di level 812.54 (-7.26% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di level 876.12).Pelemahan ini terjadi setelah dini hari tadi Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang merupakan perusahaan global penyedia indeks dan tolok ukur pasar saham global, mengumumkan hasil kajian yang sudah dilakukan sejak bulan Oktober 2025 lalu terkait parameter ‘free float’ dari saham-saham di Indonesia, yang merupakan salah satu komponen dalam metodologi yang digunakan oleh MSCI untuk menentukan saham-saham apa yang masuk ke dalam indeks MSCI serta berapa besar bobotnya. 

Secara garis besar, free float didefinisikan sebagai jumlah saham beredar yang bebas diperjualbelikan di pasar untuk publik secara luas, di luar jumlah saham yang dikuasai oleh pemegang saham pengendali dan atau afiliasinya, pemerintah, serta pihak-pihak strategis lainnya. MSCI memiliki formulasi sendiri dalam menghitung free float yang juga bergantung kepada data publik yang tersedia di Bursa Efek Indonesia. Permasalahan muncul setelah ada saham-saham Indonesia yang sudah masuk ke dalam indeks MSCI, diduga memiliki free float yang lebih kecil dibandingkan apa yang dipublikasikan. Dugaan ini timbul karena saham-saham ini memiliki tingkat valuasi yang sangat ekstrem, serta adanya keraguan mengenai tingkat likuiditas di pasar yang ada. MSCI secara proaktif mencari feedback dari para pelaku pasar mengenai hal ini sejak Oktober 2025 dan menyimpulkan adanya kekurangan dari transparansi data yang ada. Dengan begitu, MSCI mengambil beberapa tindakan yang diumumkan dini hari tadi, yaitu:
 

  • MSCI tidak akan mengubah jumlah saham free float dari setiap saham yang sudah ada pada Indeks MSCI Indonesia.
  • MSCI tidak akan menambah konstituen (saham baru) untuk masuk ke dalam Investable Market Index MSCI Indonesia.
  • MSCI membekukan proses migrasi naik atau turun antar indeks dengan segmen ukuran yang berbeda (saham kategori small cap tidak bisa naik ke kategori standard).

Tindakan ini dilakukan MSCI untuk mengurangi perubahan pada indeks yang terlalu sering, sambil memberi waktu bagi otoritas dan pelaku pasar untuk melakukan perbaikan-perbaikan dengan batas waktu bulan Mei 2026, sebelum MSCI akan menilai ulang kembali status aksesibilitas dan investabilitas pasar saham Indonesia.

Jika tidak ada progres dan perbaikan berarti dari seluruh pemangku dan pelaku pasar, maka MSCI dapat mengurangi bobot saham Indonesia di dalam Indeks MSCI, dan atau menurunkan klasifikasi Indonesia dari emerging market (pasar kawasan berkembang) turun menjadi frontier market (pasar kawasan perintis). Keduanya dapat berimplikasi pada keluarnya investor asing dari pasar saham Indonesia.

TANGGAPAN OTORITAS INDONESIA

Menanggapi reaksi pasar hari, Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bersama-sama dengan otoritas lain seperti KSEI dan KPEI didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan MSCI, dan memandang masukan yang diberikan MSCI merupakan bagian penting sebagai upaya berkelanjutan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia.

BEI dan otoritas lain berkomitmen untuk melakukan penguatan transparansi data pasar, termasuk penyediaan informasi yang lebih akurat dan andal. Sebagai langkah konkret yang telah dilakukan, sejak tanggal 2 Januari 2026 lalu BEI sudah menyampaikan pengumuman data free float secara komprehensif melalui situs resmi BEI, dan akan dilakukan secara rutin setiap bulan. BEI, KSEI, KPEI, dan OJK akan terus berkoordinasi dengan MSCI guna memastikan keselarasan pemahaman hal ini.

IMPLIKASI PADA STRATEGI PENGELOLAAN PORTOFOLIO SAHAM MAMI

Apa yang dilakukan oleh MAMI sejak bulan Oktober 2025?

Kami terus fokus terhadap proses investasi kami yang berdasarkan fundamental yang baik serta valuasi yang masuk akal.

Apa dampak dari penurunan pasar saham hari ini pada portofolio produk saham MAMI?

Kinerja portofolio akan terdampak secara negatif karena event ini berdampak kepada seluruh saham. Transparansi mengenai free float akan menjadi pertanyaan banyak investor asing ke depannya dan mendapat perhatian khusus. Persepsi investor asing terhadap pasar saham Indonesia bisa terdampak. Sebaliknya, aksi jual yang terjadi secara merata membuat valuasi saham-saham dengan fundamental yang baik menjadi semakin menarik. Setelah level kepanikan mereda, kami melihat ada peluang pemulihan di saham-saham ini. 

Bagaimana pandangan MAMI terhadap pasar saham Indonesia ke depan?

MSCI memberikan goal post bagi Bursa Saham Indonesia untuk meningkatkan transparansi mengenai free float. Masih menjadi pertanyaan transparansi sejauh apa yang MSCI harapkan. Hal ini membawa ketidakpastian yang sangat besar bagi seluruh investor. Kemungkinan terburuk adalah penurunan peringkat Indonesia ke kategori Frontier Market yang memicu keluarnya arus dana yang besar dari investor asing. Skenario yang lebih masuk akal adalah regulator akan menunjukkan upaya untuk memenuhi permintaan MSCI secara bertahap, dan Indonesia akan tetap berada di kategori. Kami optimis investor secara umum akan lebih memperhatikan fundamental emiten ke depan dalam berinvestasi karena risiko volatilitas dan likuiditas yang lebih besar di saham-saham kategori “momentum driven”.

Apa strategi yang akan MAMI lakukan terhadap pengelolaan portofolio ke depan menghadapi situasi tersebut?

Strategi kami adalah untuk terus fokus terhadap proses investasi kami yang berdasarkan fundamental yang baik serta valuasi yang masuk akal. Dalam jangka pendek semua akan terdampak, namun setelah basis yang baru tercapai, perusahaan yang menghasilkan laba dan cash flow masih akan tetap memiliki value bagi investor.

 

 

Unduh Dokumen



Tabel & Grafik

Kepemilikan obligasi pemerintah


Kurva imbal hasil obligasi

 

 

Lihat semua

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more