Skip to main content
Back

Strategi sederhana investasi di reksa dana? Diversifikasi!

6 September, 2021

Strategi sederhana investasi di reksa dana? Diversifikasi!

Apa itu diversifikasi? Diversifikasi artinya memiliki beberapa jenis barang supaya nggak bergantung pada satu barang saja. Saat kita melakukan diversifikasi, secara langsung kita mengurangi tingkat risiko yang mungkin dialami dalam kondisi tertentu. Dengan diversifikasi beban risiko besar tidak terpusat seluruhnya di sebuah barang tapi kita sebar risikonya dalam skala yang lebih kecil ke beberapa barang sekaligus.

Sadar atau tidak strategi diversifikasi banyak dilakukan oleh siapa pun yang berinvestasi. Sebagai contoh seseorang yang menginvestasikan uangnya lewat usaha jualan sembako, sudah pasti mereka menjual beragam macam barang, tujuannya karena nggak semua barang bisa laku pada saat yang bersamaan, dan saat salah satu barang mengalami penurunan penjualan, maka ada barang lain yang tetap bisa dijual agar roda usaha masih bisa terus bergerak. Seperti itulah diversifikasi.

 

Diversifikasi: Kenapa kita tidak boleh meletakkan semua telur dalam satu keranjang?

 

Dalam investasi selalu ada risiko. Tapi bukan berarti kita harus mengambil risiko yang lebih tinggi, hanya untuk meningkatkan hasil investasi kita. Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko dan potensi imbal hasilnya masing-masing, serta memiliki kinerja berbeda-beda di setiap titik siklus ekonomi.

Dengan membeli beberapa produk reksa dana untuk dijadikan satu portofolio investasi, fluktuasi masing-masing produk reksa dana akan saling terkompensasi, sehingga fluktuasi portofolio secara keseluruhan akan lebih terkendali

Inilah keunggulan diversifikasi.

 

Diversifikasi: Tempatkan telur-telur dalam jumlah yang tepat di keranjang yang berbeda-beda.

 

Trik ini disebut alokasi aset. Dengan alokasi aset kita bisa memilih beberapa produk reksa dana yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko kita sebagai investor.

Alokasi aset adalah proses membentuk portofolio investasi reksa dana yang optimal, dengan jenis-jenis dan aset yang berbeda-beda. Dengan demikian, portofolio yang terbentuk dapat memberikan hasil maksimum pada tingkat risiko tertentu. Seluruh proses ini seperti menempatkan telur-telur dalam jumlah yang tepat pada kombinasi beberapa keranjang.

 

Membangun portofolio dengan jurus alokasi aset: 5R (Risk, Return, Right Mix, Rebalancing dan Review)

 

Risk: Kenali toleransi risiko kita

 

Kebutuhan yang senantiasa berubah seiring usia, adalah hal yang menjadi dasar dalam mengevaluasi tingkat risiko yang dapat di toleransi. Umumnya, investor-investor berusia muda memiliki banyak waktu, sehingga dapat mentoleransi tingkat risiko yang lebih tinggi. Sementara itu, investor pada usia pertengahan menghadapi lebih banyak tekanan keuangan, sehingga hanya dapat menghadapi risiko moderat. Sedangkan investor yang berusia lanjut umumnya tidak lagi memiliki banyak sumber penghasilan, sehingga harus lebih fokus pada preservasi hartanya.

 

Return:Tentukan target imbal hasil

 

Untuk membangun portofolio investasi reksa dana, investor harus mempertimbangkan target imbal hasil yang diharapkan karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap pemilihan produk reksa dana yang sesuai.

 

Right Mix:Campuran yang pas

 

Dalam membangun portofolio, pada dasarnya kitalah yang memutuskan bagaimana menempatkan modal kita pada reksa dana yang berbeda, untuk mendapatkan hasil investasi yang maksimal, namun tetap sesuai dengan profil risiko.

Hal penting yang perlu dipertimbangkan: risiko investasinya, keuntungan dan kerugian, jumlah investasi dalam setiap reksa dana, dan manajer investasi yang tepat untuk mengelola reksa dana.

 

Rebalancing:Keseimbangan portofolio

 

Setelah portofolio investasi reksa dana terbentuk, haruskah investor bertahan selamanya dengan portofolio yang sama tanpa harus merubahnya?

Adanya fluktuasi pasar dan kinerja masing-masing instrumen investasi yang berbeda sesuai dengan siklus kondisi ekonomi, mengharuskan kita untuk tidak membiarkan portofolio investasi tanpa pengawasan, karena hal ini bisa menyebabkan kinerja portofolio tidak sesuai atau menyimpang dari tujuan awal.

Untuk itu portofolio harus diatur kembali secara berkala dari kondisi yang abnormal. Penyesuaian bisa dilakukan dengan cara mengalihkan/menjual unit penyertaan reksa dana yang memiliki kinerja cukup baik untuk diinvestasikan kembali di reksa dana yang memiliki kinerja buruk pada harga yang murah. Atau bisa dilakukan dengan cara menambah bobot investasi pada reksa dana yang kinerjanya tak memuaskan pada harga yang murah, semua dilakukan untuk menjaga agar bobot awal portofolio investasi tetap sesuai.

Lakukan pemantauan portofolio investasi secara berkala jika dibutuhkan secara disiplin. Pemantauan bisa dilakukan secara berkala, bisa bulanan, kuartal atau setiap tahun. Portofolio investasi harus dijaga keseimbangannya setiap saat.

 

Review:Bijak memilih produk dan manajer investasi

 

Sangat penting melakukan evaluasi perubahan kebutuhan atau tujuan keuangan dalam setiap tahap kehidupan kita dan memilih reksa dana yang sesuai. Pelajari kinerja masa lalu produk reksa dana dalam portofolio investasi kita, apakah instrumen investasi yang kita pilih mampu mencapai tujuan keuangan yang kita inginkan. Pilihlah manajer investasi yang memiliki kinerja baik, menerapkan filosofi investasi yang baik dan memiliki prinsip pengendalian risiko.

  • Artikel edukasi: Mengatasi perubahan iklim jadi peluang menarik bagi investor

    Dengan target net zero emission di tahun 2050, apa yang bisa dilakukan oleh investor?

    Baca selengkapnya
  • Video inspirasi: Self-sabotage

    Siapa sih yang mau menjauh dari goals-nya sendiri? Pasti nggak ada, kan? Yuk, kita kenali, hal-hal apa saja yang terhitung sebagai tindakan menyabotase diri sendiri.

    Baca selengkapnya
  • Artikel edukasi: Strategi investasi di tahun pemilu

    Masyarakat Indonesia bersiap menyambut pesta demokrasi 2024, dengan Pemilu (Legistatif dan Presiden) pada 14 Februari 2024.

    Baca selengkapnya
Lihat semua
Confirm