Skip to main content
Back

Artikel edukasi: 

Dua mesin pertumbuhan baru ekonomi global: AI dan inovasi kesehatan

Perekonomian global tengah memasuki periode perubahan besar. Di satu sisi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mendorong perusahaan meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, dan membangun infrastruktur digital dalam skala besar. Di sisi lain, perubahan demografi dan kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks mendorong pengembangan obat, teknologi medis, serta layanan kesehatan yang lebih inovatif.

Kedua perubahan struktural tersebut membuka peluang investasi yang lebih luas dan berpotensi menunjang profitabilitas perusahaan-perusahaan terkait. Perkembangan AI tidak hanya melibatkan perusahaan pembuat aplikasi, tetapi juga produsen semikonduktor, penyedia layanan komputasi, pusat data, infrastruktur energi, dan berbagai perusahaan yang membantu bisnis mengadopsi teknologi baru. Sementara itu, inovasi kesehatan mencakup perusahaan farmasi, bioteknologi, produsen peralatan medis, serta penyedia solusi kesehatan yang terus mengembangkan produk dengan teknologi dan sains terkini untuk menjawab kebutuhan masyarakat dunia.

Kemampuan menemukan perusahaan yang dapat mengubah perubahan tersebut menjadi pertumbuhan bisnis akan menjadi semakin penting. Pasar global terdiri atas ribuan perusahaan, tetapi tidak seluruhnya memiliki kemampuan, sumber daya, atau posisi kompetitif yang memadai untuk memanfaatkan perubahan struktural tersebut.

Dimas Ardhinugraha, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mengatakan bahwa AI dan inovasi kesehatan merupakan dua perubahan struktural yang berpotensi membentuk pertumbuhan ekonomi global ke depan. Namun, meski tema tersebut sangat menarik, prinsip kehati-hatian tetap harus dikedepankan. Sebagai investor kita tetap perlu melakukan kajian mendalam untuk menilai perusahaan dari berbagai aspek, termasuk posisi kompetitif, kemampuan menghasilkan arus kas, kualitas manajemen, dan prospek pertumbuhan.
 

Peningkatan produktivitas melalui inovasi AI

Siklus investasi AI menjadi salah satu faktor yang membantu menopang resiliensi pertumbuhan ekonomi global di tengah tekanan kenaikan harga energi. Permintaan besar untuk ragam industri penunjang dalam infrastruktur AI mendukung aktivitas industri di berbagai negara dan menopang kinerja perdagangan global, memitigasi dampak negatif dari kondisi perang dan konflik tarif dagang.

Potensi lain dari kemajuan AI tak hanya berdampak positif terhadap perusahaan pengembangnya saja. Adopsi AI yang meluas berpotensi meningkatkan efisiensi berbagai industri melalui pengolahan data yang lebih cepat, membantu pengambilan keputusan, dan menciptakan produk atau layanan baru. Oleh karena itu, manfaat ekonominya berpotensi menyebar dari perusahaan penyedia teknologi kepada perusahaan yang berhasil mengadopsinya.

“Dalam investasi di sektor teknologi, yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa canggih sebuah inovasi, tetapi juga apakah perusahaan mampu mengubah inovasi tersebut menjadi pendapatan, keuntungan, dan arus kas yang berkelanjutan. Karena itu, riset fundamental tetap menjadi bagian penting dalam menilai peluang dari AI,” jelas Dimas.

Perspektif tersebut membedakan investasi berdasarkan tren dengan investasi berdasarkan kualitas bisnis. Popularitas sebuah perusahaan atau antusiasme terhadap suatu teknologi tidak selalu sejalan dengan nilai investasinya. Valuasi tetap perlu dipertimbangkan untuk memastikan bahwa harga saham yang dibayarkan sepadan dengan kualitas dan potensi pertumbuhannya.

Inovasi kesehatan menawarkan sumber pertumbuhan yang berbeda

Selain teknologi, sektor kesehatan juga menawarkan tema investasi menarik dengan karakteristik berbeda. Perubahan struktur demografi yang menua, kebutuhan penanganan penyakit yang semakin kompleks, serta kemajuan sains mendorong inovasi teknologi obat, bioteknologi, alat diagnostik, dan peralatan medis.

Berbeda dari teknologi yang banyak dipengaruhi oleh siklus belanja perusahaan, kebutuhan kesehatan berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Sektor ini juga dapat memperoleh dukungan dari tren jangka panjang seperti populasi dunia yang menua, peningkatan usia harapan hidup, serta kebutuhan terhadap layanan kesehatan yang lebih efektif.

Inovasi kesehatan kini tidak hanya berlangsung di laboratorium farmasi. Pemanfaatan data, otomatisasi, teknologi diagnostik, dan perangkat medis juga membantu mempercepat penelitian serta meningkatkan ketepatan layanan. Perkembangan ini membuat batas antara teknologi dan kesehatan menjadi semakin erat.

“Sektor kesehatan memberikan sumber pertumbuhan yang berbeda dari teknologi. Inovasi obat dan peralatan medis terus berkembang untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat, sedangkan perubahan demografi membuat kebutuhan tersebut semakin relevan. Eksposur pada kedua sektor dapat membantu memperluas mesin pertumbuhan dalam portofolio global,” kata Dimas.

Namun, investasi pada sektor kesehatan juga memiliki risiko tersendiri. Keberhasilan suatu produk dapat dipengaruhi oleh banyak faktor semisal hasil penelitian, persetujuan regulator, perlindungan paten, tingkat persaingan, serta kemampuan perusahaan memasarkan inovasinya. Karena itu, seleksi perusahaan harus mempertimbangkan tidak hanya potensi produknya, tetapi juga kekuatan finansial dan kemampuan perusahaan mengelola risiko.

Pelaku utama di industri berpotensi berada di posisi yang lebih kuat


Dalam menghadapi perubahan teknologi dan demografi, perusahaan unggulan di industrinya berpotensi memiliki sejumlah karakteristik. Perusahaan tersebut umumnya mempunyai sumber daya untuk berinvestasi dalam penelitian, akses kepada talenta, jaringan distribusi yang luas, serta kemampuan menyesuaikan bisnis ketika kondisi pasar berubah.

Namun, status sebagai perusahaan pemimpin tidak hanya ditentukan oleh ukuran. Perusahaan juga perlu menunjukkan kemampuan mempertahankan posisi kompetitif, mengelola modal dengan baik, dan menghasilkan pertumbuhan berkualitas.

MAMI menggunakan pendekatan dynamic leader untuk mencari perusahaan unggulan yang dinilai memiliki kemampuan tersebut. Pendekatan ini mempertimbangkan bahwa keunggulan dalam suatu industri dapat berubah seiring hadirnya teknologi baru, pergeseran kebutuhan konsumen, dan perubahan struktur persaingan.

“Pelaku utama di industri bukan sekadar perusahaan dengan ukuran terbesar. Bagi kami, perusahaan unggulan adalah perusahaan yang mampu mempertahankan keunggulannya, terus berinovasi, dan mengalokasikan modal secara efektif. Pendekatan yang dinamis diperlukan karena pemimpin hari ini harus terus beradaptasi untuk tetap relevan pada masa mendatang,” lanjut Dimas.

MANSYAG, akses menuju perusahaan unggulan global

Investor Indonesia dapat memperoleh eksposur terhadap perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan AI dan infrastruktur digital, sekaligus inovasi farmasi serta peralatan medis melalui Manulife Saham Syariah Global Dividen Dolar AS (MANSYAG). Produk ini berinvestasi secara terdiversifikasi di pasar saham global dengan pendekatan dynamic leader, berfokus pada perusahaan pemimpin dalam industrinya yang dinilai memiliki kualitas pertumbuhan kuat, serta menggunakan FTSE Shariah All World Index sebagai tolok ukur.

“MANSYAG menyuguhkan peluang pertumbuhan dari perusahaan unggulan global yang berada di tengah berbagai perubahan struktural. Eksposurnya yang beragam membuka potensi lebih dari satu sumber pertumbuhan dalam portofolio,” jelas Dimas.

Karakteristik itu memungkinkan MANSYAG dipertimbangkan oleh investor yang ingin memperoleh akses saham global dengan cakupan negara dan sektor yang lebih terdiversifikasi. MANSYAG dapat dipadankan dengan produk reksa dana offshore lainnya yang memiliki fokus wilayah hingga tema yang berbeda. MANSYAG juga memiliki fitur dividen atau Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berpotensi dibagikan setiap enam bulan sekali, memberikan peluang tambahan arus kas bagi investor tanpa harus mencairkan investasinya.

 

 

Investasi Reksa Dana Manulife

 





Tentang PT Manulife Aset Manajemen Indonesia

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) adalah bagian dari Manulife yang telah hadir di Indonesia sejak tahun 1996. MAMI menyediakan solusi investasi yang menyeluruh untuk para investor melalui jasa manajemen investasi, Reksa Dana, dan penasihat investasi. Dengan total dana kelolaan mencapai Rp128,5 triliun (per September 2026), mengukuhkan posisi MAMI sebagai perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia. Beragam penghargaan dan pengakuan dari pihak eksternal dianugerahkan kepada MAMI sebagai perusahaan manajer investasi terbaik. Penghargaan Fund House of The Year dianugerahkan oleh AsianInvestor (2009, 2013, 2018, 2019 dan 2022), Best Fund House (2015, 2016, 2018, 2020, 2021, 2022, 2023, 2024,2025, dan 2026), Best Bond Manager (2024, 2025. dan 2026) dan Best Islamic Fund House (2023) oleh Asia Asset Management, serta penghargaan Top Investment House in Asian Local Currency Bonds dari The Asset Benchmark Research (tahun 2015-2025).

 

Lihat semua

Waspada modus penipuan mengatasnamakan MAMI. Selengkapnya

View more