Selama bertahun-tahun, Asia Care Survey dari Manulife meneliti kondisi kesehatan dan kesejahteraan keuangan masyarakat di berbagai negara Asia, serta mengungkap kebutuhan, nilai, dan harapan mereka yang terus berkembang. Edisi terbaru tahun 2026, yang melibatkan lebih dari 9.000 responden dewasa di sembilan negara Asia, menyoroti satu fakta tentang umur panjang yang jarang dibahas.
Seiring dengan meningkatnya harapan hidup, masa ketika seseorang membutuhkan bantuan orang lain di usia lanjut juga semakin panjang. Di Asia, lansia diperkirakan akan membutuhkan perawatan atau dukungan finansial hingga sekitar 13–14 tahun. Periode ketergantungan yang lebih lama ini mulai mengubah cara orang memandang masa depan.
Menurut Asia Care Survey 2026, banyak orang kini mulai meninggalkan pandangan tradisional tentang warisan. Mereka lebih mengutamakan apa yang disebut sebagai “kebebasan tanpa membebani”, yaitu keinginan untuk tetap mandiri tanpa menjadi beban bagi keluarga mereka.
Ringkasan temuan utama Asia Care Survey 2026:
Lebih dari 80% orang dewasa di Asia menilai bahwa menjaga kemandirian mereka secara fisik dan finansial lebih penting dibandingkan meninggalkan aset berwujud.
“Di seluruh Asia, masyarakat sedang mengubah cara mereka memaknai warisan untuk generasi berikutnya,” ujar Steve Finch, CEO Manulife Asia. “Kemandirian telah menjadi bentuk warisan baru yang lebih baik, karena ketika seseorang mampu menjaga kesehatan dan keuangan mereka sendiri, mereka tetap mempertahankan martabatnya sekaligus memberi kebebasan bagi keluarga untuk menjalani hidup mereka masing-masing.”
Bagi banyak orang, benteng pertahanan pertama agar tidak bergantung pada keluarga adalah kesehatan yang baik. Hampir dua pertiga (64%) dari mereka yang ingin tetap mandiri memahami bahwa kesehatan adalah fondasinya, namun hanya setengahnya yang benar-benar mengambil langkah nyata untuk mempersiapkan kondisi kesehatan tersebut di masa pensiun.
Meskipun pencegahan dianggap sangat penting, namun praktiknya belum banyak dilakukan.
Sebagai contoh, survei kami menunjukkan bahwa hanya setengah responden yang menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh tenaga medis profesional setidaknya sekali dalam setahun. Jepang dan Filipina mencatat frekuensi tertinggi, yakni di atas 60% sedangkan Indonesia sendiri di posisi ketiga dengan 56%.
Selain itu, sekitar 1 dari 10 orang dewasa di Asia (13%) dilaporkan belum pernah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh. 16% responden di Indonesia belum juga melakukannya dan angka ini meningkat menjadi 1 dari 5 orang (19%) di Hong Kong. Sebaliknya, hanya 3% responden di China yang belum pernah melakukan pemeriksaan kesehatan.
Ketika ditanya tentang kebiasaan perawatan diri yang mereka pilih, hanya 26% yang melakukan skrining dini dan perawatan pencegahan untuk menghindari penyakit kronis. Secara keseluruhan, hanya sekitar 12–41% yang menjalankan kebiasaan perawatan diri, sementara 5% tidak melakukan perawatan diri dalam bentuk apa pun.
Lima kebiasaan perawatan diri teratas pun masih diadopsi oleh kurang dari 41% responden, menunjukkan adanya kesenjangan antara niat dan kesiapan.
Menurut survei kami, hampir 70% masyarakat di Asia percaya bahwa diskusi keluarga yang terbuka dan jujur tentang penuaan dan masa pensiun dapat meningkatkan kesejahteraan. Namun, hanya 58% yang menyatakan benar-benar melakukan percakapan tersebut.
Meskipun kesadaran akan praktik hidup sehat di usia lanjut cukup tinggi di Asia, masih terdapat kesenjangan besar antara pengetahuan dan tindakan nyata. Banyak orang perlu melangkah lebih jauh dari sekadar niat baik dan mulai mengambil langkah konkret tindakan pencegahan serta konsisten melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik.
Kesenjangan antara niat dan tindakan ini juga terlihat dalam percakapan keluarga seputar masa pensiun dan tumbuh menua, di mana keyakinan akan pentingnya topik tersebut belum sepenuhnya diwujudkan dalam pembicaraan yang serius.
Kabar baiknya, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membangun fondasi yang kuat menuju penuaan yang sehat:
Tentang Asia Care Survey 2026
Asia Care Survey 2026 dilakukan selama bulan Februari hingga Maret 2026 dan mengungkap pandangan lebih dari 9.000 responden berusia 18 tahun ke atas (termasuk 60+) di sembilan pasar Asia: Indonesia, Mainland China, Hong Kong, wilayah Taiwan, Jepang, Singapura, Vietnam, Filipina, dan Malaysia.
Sanggahan: Jika terdapat ketidakkonsistenan atau ambiguitas antara versi bahasa Indonesia dan data Asia versi bahasa Inggris, maka yang diutamakan adalah versi bahasa Inggris.